Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota DPRD: Ahok itu lebay menanggapi letupan emosi pengurus RT/RW

Anggota DPRD: Ahok itu lebay menanggapi letupan emosi pengurus RT/RW Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Syarif menilai Gubernur Basuki Tjahaja Purnama terlalu berlebihan dalam merespons keluhan pengurus RT/RW terkait wajib lapor kinerja mereka via Qlue. Dia menyoroti pernyataan Ahok yang menyebut aduan pengurus RT/RW kepada Komisi A DPRD DKI bersifat politis.

Menurutnya, salah jika mengira petugas RT/RW ini akan memboikot atau menyatakan sikap untuk tidak memilih Ahok dalam Pilgub DKI.

"Saya bilang gubernur itu lebay dalam menanggapi letupan emosi mereka. Enggak ada boikot, mereka cuma mau mundur dari pengurus RT/RW kalau SK gubernur tersebut tidak dicabut, lalu muncul boikot," kata Syarif di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (27/5).

Dari aduan yang diterima pihak DPRD kemarin, Syarif mengungkapkan pengurus RT/RW mengancam akan mundur dari tugasnya jika poin kewajiban lapor via Qlue dihapus.

"Yang betul adalah dia mengancam mundur dari pengurus RT/RW, dia mengumpulkan stempel. Jadi, Ahok itu narsis, siapa lagi yang pilih dia," jelas Syarif.

Politisi Gerindra ini menyimpulkan pernyataan Ahok soal pengurus RT/RW telah menyakiti perasaan mereka. Padahal, ancaman untuk mundur itu dinilai Syarif sesungguhnya hanya sebatas dialog dan luapan emosi semata.

"Ahok melukai perasaan pengurus RT/RW se-DKI. Yang diinginkan oleh mereka itu bukan boikot, atau dimaknai oleh Ahok itu 'Dia tidak milih saya (Ahok)'. Jadi, itu hanya dinamika saja dalam dialog kemudian timbul emosi, boikot," pungkasnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP