Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Pemprov DKI soal APBD 2016 cuma terserap 87 persen

Alasan Pemprov DKI soal APBD 2016 cuma terserap 87 persen Sidak pertama Plt Gubernur DKI Jakarta. ©2016 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2016 hanya mencapai 87 persen dari total anggaran sebesar Rp 62,8 triliun. Capaian ini di bawah target Pemprov yang ditetapkan 90 persen. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan meski tak mencapai target, serapan anggaran tahun lalu sudah maksimal.

Sumarsono berdalih, anggaran tahun lalu tak terserap maksimal karena pembebasan lahan untuk proyek Pemprov DKI tak berjalan lancar. Salah satunya pembelian lahan Kedubes Inggris.

"Penyumbang terbesar anggaran tidak terserap yakni pembebasan lahan. Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta penyerapan terendah sebesar 52 persen karena pembelian lahan yang paling banyak membuat anggaran tidak terserap. Khususnya pembelian lahan Kedubes Inggris yang awalnya sudah dianggarkan mencapai Rp 500 miliar," kata Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (03/01).

Selain pembebasan lahan, beberapa proyek yang mangkrak juga jadi alasan target serapan anggaran tidak tercapai.

"Sejumlah proyek pembangunan juga ada yang dibatalkan. Di antaranya, rusun dan pembangunan gedung sekolah. Kembali lagi, problem kami pembelian lahan dan persoalan sengketa. Umumnya di situ," ujar Sumarsono.

Sumarsono menjanjikan segera mempublikasikan semua anggaran APBD DKI 2016 yang telah terserap. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk transparansi pemerintahan.

"Detail daya serap anggaran, kemana, untuk apa akan kita tayangkan dalam bentuk grafis dan dipublikasikan melalui website Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar bisa diketahui masyarakat," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP