Alasan geng motor ini rampok motor: Beli baju dan foya-foya
Merdeka.com - UB (17) dan MR (17), dua pelaku perampokan sepeda motor ini dengan tertunduk malu dihadapkan ke sejumlah awak media. Keduanya termasuk dalam sebuah anggota geng motor yang kerap melakukan aksi kejahatan di kawasan Ciputat, Bintaro, Cilandak, Jakarta Timur, Tangerang dan Depok sejak tahun 2012 silam.
Motif ekonomi, lagi-lagi menjadi faktor dua remaja putus sekolah ini mau menerima ajakan untuk melanggar hukum.
"Orang tua saya sudah pisah. Ibu saya nggak tinggak di rumah lagi terus dia nggak pernah kirim uang," tutur UB yang mengenakan seragam berwarna biru dongker bertuliskan 'tahanan', di Mapolsek Cilandak, Rabu (22/5).
UB menuturkan, ayahnya berprofesi sebagai mandor di sebuah pabrik, sedangkan ibunya bekerja sebagai sekretaris di sebuah restoran. "Ayah saya juga jarang pulang dan ngasih uang," ujar bocah laki-laki anak pertama dari dua bersaudara tersebut.
"Saya butuh uang buat makan, beli baju sama seneng-seneng lah," terang UB yang ditangkap saat mencuri sepeda motor di depan Points Square, Lebak Bulus, Selasa (21/5).
Sebelumnya, petugas kepolisian berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di depan Points Square, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (21/5) sekitar pukul 03.45 WIB.
Kapolsek Cilandak, Kompol HM. Sungkono menuturkan, dua pelaku merupakan anggota geng motor yang berjumlah delapan orang.
"Mereka sudah beraksi puluhan kali sejak tahun 2012," ucapnya.
Sungkono menuturkan, sepeda motor hasil kejahatan para pelaku dijual dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. "Mereka biasa menjual hasil kejahatannya di Gunung Sindur, Bogor," tutur Sungkono.
Saat diamankan, petugas menyita handphone, pecahan botol bir, samurai, satu linting ganja berikut motor yang dipakai pelaku beraksi.
Dua pelaku yang diamankan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Ancaman hukuman 9 tahun penjara," tandas Sungkono. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya