Aksi menyeramkan geng motor Tangki di Pondok Gede
Merdeka.com - Nama geng motor Tangki menggegerkan warga Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Gede, Jakarta Timur. Pasalnya geng yang beranggotakan belasan pemuda ini membuat keonaran di warnet De Cornet Pasar Kecapi, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (16/2) dini hari.
Saat beraksi, para anggota geng motor ini pun tak segan-segan melukai mangsanya dengan senjata tajam yang mereka bawa. Menurut penelusuran pihak kepolisian, geng motor yang meresahkan ini teridentifikasi berasal dari Cipayung, Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan pihaknya telah menangkap 11 anggota geng motor tersebut. Kepada penyidik, mereka mengaku sebelum beraksi brutal para pelaku akan menenggak minuman keras terlebih dahulu.
"Sebelum aksi mabok dulu miras baru beraksi, rampas aksi warnet, air keras, dibeli masukin botol air mineral kemudian bolongin dan ayunkan di kepala dan kita kenakan mereka dengan status tersangka dan resmi ditahan," ucapnya.
Rikwanto menambahkan, kesebelas pelaku terdiri dari pelajar aktif, putus sekolah, dan dewasa. Mereka membentuk kelompok bermotor grup Tangki.
Berikut beberapa aksi brutal yang dilakoni para anggota geng motor Tangki:
Membuat keributan di dalam warnet
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGeng motor Tangki kerap membuat keributan di sepanjang ruas jalan yang mereka lalui. Tak heran, keributan tersebut dipicu oleh minuman keras yang sudah mereka tenggak sebelumnya. Mereka pun mendatangi warnet De Cornet di Pasar Kecapi, Pondok Gede, Jakarta Timur untuk membuat keributan.Saat beraksi gaduh, mereka membekali diri dengan sejumlah senjata tajam. Hal tersebut terbukti dari beberapa barang bukti yang disita aparat Kepolisian saat membekuk 11 pelaku.Rikwanto mengatakan terdapat enam di antara sebelas yang membawa senjata tajam. Keenam pelaku tersebut yakni, TA alias Jomen (14) tidak sekolah, berperan membawa senjata tajam, Rio Sumantri (18), peran membawa Samurai."VDN alias Gicun (16) pelajar SMK peran membawa bambu dan memukul korban. FAD (16) pelajar SMA, memegang bambu dan memukul. IL (16) pelajar SMA peranan memegang samurai dan MI (14) pelajar SMP membawa celurit," jelas Rikwanto
Mengambil handphone pengunjung warnet
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWarung Internet (warnet) De Cornet Pasar Kecapi, Pondok Gede, Jakarta Timur menjadi saksi bisu tingkah brutal para anggota geng motor Tangki yang terjadi beberapa waktu lalu.Usai membuat keributan di warnet tersebut, para pelaku mengambil dua buah handphone milik pengunjung warnet."Mereka membuat keributan dan mengambil dua handphone milik pengunjung warnet," ucap Rikwanto .Dua pelaku yang terbukti mengambil handphone pengunjung warnet yakni ats nama Rendy Kusuma alias Tompel (20). "Pelaku Rendy merupakan seorang mahasiswa. Ia berperan mengambil Blackberry Gemini," ungkap Rikwanto .Selain Rendy, tambahnya, pelaku FJ alias Bogay (16) berperan mengambil HP Nokia milik korban. "Pelaku FJ ini masih pelajar SMK," sambungnya.
Membacok penjaga warnet
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTidak puas 'ngembat' handphone milik pengunjung warnet, penjaga warnet De Cornet pun tak luput dari sasaran kebrutalan anggota geng motor Tangki di Pondok Gede, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.Sebanyak sebelas pelaku pun sudah dibekuk aparat kepolisian di mana di antara belasan pemuda tersebut, pelaku Resqy Kusuma Agung (19) yang membacok penjaga warnet."Usai membuat keributan di dalam warnet,kelompok pemuda tersebut kemudian membacok punggung penjaga warnet," papar Rikwanto .
Merampas dan menyipratkan air keras ke pemotor lain
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan usai membuat keonaran hingga mengambil handphone pengunjung serta membacok penjaga warnet, kelompok pemuda yang menamakan diri mereka geng Tangki melakukan perampasan sepeda motor.Para pelaku keluar dari warnet dan menghentikan pengendara motor serta merampas motor pengendara yang lewat. "Kemudian mencipratkan air keras ke pengendara motor tersebut lalu melarikan diri," ujar Rikwanto .Tidak sampai di situ, jika keinginan mereka tak dipenuhi maka para pemuda tanggung ini akan menyipratkan air keras ke arah korbannya."Di bawah botol dilubangi dan diikat dengan benang kemudian diputar-putar. Ini untuk mengancam korban agar memenuhi permintaan mereka," Jelas Rikwanto .Permintaan para pelaku, lanjut Rikwanto , tak lain adalah sejumlah uang yang mereka inginkan. Jika tidak diberi maka para 'jagoan' jalanan ini tak segan-segan menyiram korbannya dengan air keras yang mereka miliki.Dari 11 pelaku yang dibekuk, Nurdiansyah (19) dan Gilbert (27) mempunyai peranan penting dalam aksi ini."Pelaku Nurdiansyah peranannya penyiram air keras kepada pengendara motor dan pelaku Gilbertlah yang membeli air keras tersebut," papar Rikwanto ."Yang merampas motor itu pelaku Rendy Kusuma alias Tompel serta pelaku FJ alias Bogay yang membawa motor rampasan tersebut," ungkap Rikwanto .
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya