Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat pengusiran, wartawan Balai Kota boikot buka puasa bareng Ahok

Akibat pengusiran, wartawan Balai Kota boikot buka puasa bareng Ahok Ahok usir wartawan. ©2016 merdeka.com/raynaldo

Merdeka.com - Wartawan yang biasa bertugas di Balai kota DKI Jakarta menolak menghadiri acara buka puasa bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sikap ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas ucapan Ahok kepada seorang wartawan media online saat sesi wawancara tadi pagi.

Rencananya, agenda buka puasa bersama Ahok akan digelar di Rumah dinas Gubernur, Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat. Namun hingga waktu Maghrib tiba, tak ada satu pun wartawan yang berangkat ke acara tersebut dan memilih berbuka puasa di press room Balai Kota.

Seorang staf gubernur pun langsung menemui dan membujuk wartawan Balai Kota untuk mau hadir ke rumah dinas. Tapi, permintaan staf itu ditolak.

Ahok meradang saat wartawan tersebut bertanya soal tudingan aliran dana dari pengembang reklamasi Teluk Jakarta ke rekening temanAhok. Bukannya memberikan tanggapan, Ahok dengan nada tinggi malah mengusir dan melarang wartawan itu meliput di kantornya.

"Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut," ujar Ahok.

"Sama kayak Tempo, mana dari Tempo? Mana! Mau nyinggung-nyinggung lagi ngirimin surat sama saya. Saya tidak pernah takut sama kalian jujur saja," sambung dia geram.

Puas 'menyemprot' wartawan itu, Ahok pun berlalu ke ruangannya, tapi tampaknya amarahnya belum reda. Dia pun kembali menghampiri wartawan itu. Sambil menunjuk dengan jari, Ahok mengusir dan melarang wartawan tersebut meliput dan mewawancarainya.

"Saya tidak ada kewajiban menjawab pertanyaan anda sebetulnya. Saya tegaskan itu, bolak balik adu domba. Pokoknya enggak boleh masuk sini lagi, enggak boleh wawancara," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD DKI Jakarta, Ahmad Zubair menilai, ucapan Ahok membuat kecewa kelompok wartawan Balai Kota. Dia menyebut kejadian ini hanya seperti bola salju. Sebab, banyak ucapan dan sikap Ahok yang dianggap tidak menghargai profesi wartawan.

"Sebenarnya begini, ini hanya bola salju. Dari awal sebenarnya banyak hal-hal yang dilakukan Ahok dan itu cukup mengecewakan teman-teman koordinatoriat," kata Zubair saat dihubungi, Kamis (16/6).

"Beberapa kejadian Ahok terlihat sangat tidak menghargai teman-teman liputan khususnya Balai Kota. Ya kalaupun ada kejadian ini, ini ledakan," tegasnya.

Zubair mengatakan, selama ini komunikasi yang terbangun antara Ahok dengan wartawan dinilai kurang harmonis. Diharapkannya, mantan Bupati Belitung Timur ini dapat merubah tutur kata, sikap dan komunikasinya dengan wartawan agar kejadian serupa tak terulang.

"Mestinya komunikasi itu harmonis bukan sepihak. Selama ini yang dibangun Ahok adalah sepihak. Dia tak peduli dengan kondisi teman-teman dan hal yang lain ya," tandas dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP