Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat Hujan Deras, Pintu Barat Monas Sempat Tergenang

Akibat Hujan Deras, Pintu Barat Monas Sempat Tergenang Hujan deras di Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pintu Monumen Nasional (Monas) sebelah barat atau tepatnya menghadap taman pandang depan Istana Negara, sempat tergenang akibat hujan lebat yang mengguyur Jakarta dari pagi sampai siang ini. Kondisi tersebut diunggah Instagram Dishub DKI Jakarta yang memperlihatkan adanya genangan air.

"Jalan Medan Merdeka Barat, pintu masuk monas, ketinggian air 20-25cm," demikian keterangan tertulis pada unggahan 1 jam lalu.

Pantauan Liputan6.com di lokasi Jumat (24/1), genangan sudah tidak terlihat lagi pada pukul 11.34 WIB. Tampak belasan petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) sedang sibuk membuka saluran drainase.

Salah satu petugas SDA DKI, membenarkan sempat ada genangan. "Ketinggiannya semata kaki kurang, enggak begitu tinggi karena langsung menanggapinya dengan beberapa tindakan cepat," kata petugas SDA DKI tersebut.

Dia menuturkan, saat dicek ternyata drainase tersumbat sampah plastik. "Kita temukan banyak sampah-sampah plastik menyumbat beberapa saluran air. Tadi kita tarik, biar jalur air tidak lagi tertutup," katanya.

genangan di monas instagram dishub dki2020 Merdeka.com

Dihubungi terpisah, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi, mengatakan hujan deras disertai angin kencang sejak pagi tadi masuk kategori lebat.

"(Hujan hari ini) pada skala lebat saja," kata Adi kepada Liputan6.com, Jumat (24/1).

Meski lebat, dia menuturkan bahwa hujan sekarang belum masuk dalam kategori ekstrem.

"Menurut prakiraan BMKG belum kategori ekstrem," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat bakal terjadi selama 24-29 Januari mendatang. BMKG menyatakan hujan lebat selama sepekan itu dipengaruhi sirkulasi siklonik di sekitar Samudera Hindia selatan Lampung, yang menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin di wilayah Indonesia bagian barat.

Selain itu, kondisi atmosfer Indonesia yang labil menyebabkan massa udara lembap dari lapisan bawah cukup mudah untuk terangkat ke atmosfer.

"Kedua faktor tersebut menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat," kata Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (24/1).

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP