Akan robohkan Blok G, Sandi sebut DKI butuh lahan 3.000 m2 tampung pedagang
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya siap merobohkan bangunan Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Perobohan dilakukan karena kondisi gedung sudah sangat tidak layak yang dihuni.
Hal itu pula yang menjadi salah satu sebab pedagang ogah singgah. Belum lagi, lokasinya yang begitu jauh berada di belakang kawasan Pasar Tanah Abang.
Rencana merobohkan bangunan tersebut sebenarnya sudah terdengar sejak zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Namun tak kunjung dilakukan. Pemprov DKI kini tak ingin gagal kembali dan segera merealisasikan perobohan tersebut. Lalu kapan dieksekusi?
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, belum bisa menjelaskan secara detil kapan bangunan yang berdiri sejak tahun 1987 ini akan diratakan dengan tanah. Termasuk pedagang yang ada di Jl Jatibaru.
"Targetnya kita 1, 2 bulan ini kita ingin melakukan (relokasi pedagang). Sebenarnya dibutuhkan (lahan) untuk memastikan ada sekitar 900 pedagang atau lebih sedikit yang kemarin nggak tertampung di depan itu dimasukkan ke sana. Luasnya yang diperlukan 3.000-4.000 m2," kata Sandiaga usai menghadiri pengumuman nama-nama TGUPP bidang Pencegahan Korupsi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/1).
Sejauh ini, lanjut Sandi, lahan yang luasannya mencapai ribuan meter persegi itu belum didapati. Meskipun sempat ada wacana memakai lahan milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung.
Rencanaya, sambung Sandi, lahan tersebut akan disewa PD Pasar Jaya selama lebih kurang 2 tahun. Lokasi lahan juga tak jauh dari sekitaran kawasan Pasar Tanah Abang. Soal anggarannya, Sandi masih bungkam.
Selain merelokasi pedagang agar perobohan bangunan dapat dilakukan, Sandi rasa belum ada opsi lain. Dia berharap pembicaraan merampungkan perobohan Blok G dapat segera mencapai kata sepakat.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya