Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok yakin soal LRT Pemprov DKI tak akan ribut dengan Kemenhub

Ahok yakin soal LRT Pemprov DKI tak akan ribut dengan Kemenhub ahok datangi bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mempermasalahkan jika pembangunan light rail transit (LRT) yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta bersinggungan dengan LRT yang dikerjakan Kementerian Perhubungan. Ahok mengatakan, baik LRT yang dibangun Pemprov maupun Kemenhub, nantinya akan menjadi milik pemerintah pusat.

"Karena semua yang dibangun kan jadi punya pemerintah. Jadi enggak mungkin berantem, enggak mungkin ribut," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (9/9).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, jika proyek LRT yang dikerjakan Kemenhub mandek di tengah jalan, Pemprov DKI dapat membelinya. Ahok menjelaskan, proyek LRT bukan seperti proyek monorail, di mana kontraktor menjual di atas harga yang ditaksir.

"Mau dia macet pun, sesuai harga appraisal, kita boleh beli pemerintah. Jadi sudah enggak ada lagi kayak dulu, sudah harga appraisal, kayak monorail, dia maunya jual di atas appraisal. enggak bisa kan," papar Ahok.

Proyek LRT yang akan dibangun Pemprov DKI akan melayani tujuh rute. Ketujuh rute tersebut adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km); Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km); Joglo-Tanah Abang (11 km); Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km); Pesing-Kelapa Gading (20,7 km); Pesing-Bandara Soekarno Hatta (18,5 km); dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).

Sementara proyek LRT yang dibangun Kemenhub dalam dua tahap meliputi Cibubur-Cawang (13,7 km); Cawang-Dukuh Atas (10,5 km) (Tahap I A) dan Bekasi Timur-Cawang (17,9 km) (Tahap I B) yang masuk tahap I. Untuk Pengerjaan LRT tahap kedua meliputi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol yang keseluruhannya mencapai 41,5 kilometer.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP