Ahok 'warning' pengusaha retail disiplin jual minuman beralkohol
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta para pengusaha restoran, tempat hiburan, hotel, minimarket serta pengusaha retail dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) untuk tidak menjual minuman beralkohol di sembarang tempat.
Terlebih, kata Basuki, bila para pengusaha ini kedapatan menjual minuman yang tidak bayar bea cukai. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengancam akan mencabut izin usaha mereka bila tak mendengarkan imbauannya.
"Kalau Bapak Ibu ketahuan menjual minuman yang tidak bayar bea cukai, yang gelap, begitu bapak (Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi) temukan ada yang jual minuman alkohol dua kali saja yang kali kedua di hotel, restoran manapun setelah sosialisasi, kami akan cabut izinnya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (2/12).
Mantan politisi Gerindra ini menilai saat ini prosedur setoran pembayaran bea cukai telah dipermudah dengan adanya sistem PTSP. Pemprov DKI, menurutnya, telah menyediakan 318 kantor perizinan PTSP yang disebar di beberapa wilayah di Jakarta sampai ke tingkat kelurahan.
"Jadi ibaratnya kami mendirikan kantor calo sebenarnya, tapi calo yang baik hati kira-kira begitu (tepuk tangan). Jadi bapak ibu, pelaku bisnis ini, carilah calo yang baik hati namanya PTSP di setiap kantor lurah dan camat, pelayanannya nomor 1 persis bank," terang orang nomor satu di DKI ini.
Selain memberikan peringatan bagi para pengusaha, mantan Bupati Belitung Timur itu juga meminta para pengusaha mampu berperan untuk melaporkan apabila ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang bertugas di Pelayanan Terpadu Satu Pintu masih menerima suap.
"Jadi kalau izin usaha masih kita macam-macam, lapor pada saya, bisa surat kaleng, sms kaleng bisa qlue, kami jamin akan berhentikan tidak dengan hormat PNS di DKI yang bermain," tandasnya.
Dia menerangkan bahwa jajaran PNS DKI telah mendapat gaji yang besar. Oleh sebab itu dia memperingatkan kepada para pengusaha untuk tidak memberikan suap. Jika tidak diperhatikan, Ahok mengaku akan mencopot PNS tersebut.
"Jadi jangan heran kalau dipecat karena Anda (PNS) tidak pantas digaji begitu besar jika tidak melayani orang dengan baik. Gajinya kecil TKD-nya besar," jelasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya