Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok wajibkan sekolah daftarkan jajanan pedagang ke BPOM

Ahok wajibkan sekolah daftarkan jajanan pedagang ke BPOM Ahok di Balai Kota. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Dalam temuan Pemprov DKI Jakarta, ditemukan data sekitar 15-17 persen jajanan anak sekolah di Jakarta mengandung bahan berbahaya. Tak mau anak-anak di Jakarta mengonsumsi jajanan berbahaya, pihak sekolah diharuskan mendaftarkan jajanan anak yang ada di lingkungan sekolah ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami minta sekolah hanya sediakan jajanan yang ada sertifikat dari Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM)," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat memimpin upacara pada Hari Pramuka ke-54, di Lapangan Monas, Jumat (14/8).

Ahok, sapaan dia, meminta semua pelajar di Jakarta hati-hati memilih makanan yang akan dikonsumsi. Sebagai generasi penerus bangsa, Ahok tak mau pelajar di Jakarta malah jadi korban penyakit akibat zat-zat berbahaya tersebut, seperti kanker dan lain sebagainya.

"Kami ingin mendorong Pramuka jadi pelopor untuk tidak jajan di jalanan, yang tidak ada sertifikasi BPOM. Karena 15-17 persen jajanan di jalanan mengandung bahan berbahaya yang bisa menyebabkan kanker," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP