Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok tolak beri uang kerahiman ke warga gusuran Kampung Pulo

Ahok tolak beri uang kerahiman ke warga gusuran Kampung Pulo ahok datangi bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan pihaknya tak akan memberi uang kerahiman kepada warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, yang pemukimannya dibongkar dan warganya akan direlokasi ke unit-unit rusun di rusunawa Jatinegara Barat. Menurut Ahok, permintaan uang kerohiman itu tak layak, karena selama ini mereka menduduki itu tanah Pemprov DKI yang diperuntukkan untuk jalan inspeksi di bantaran sungai.

"Saya sudah tegaskan, sekarang yang 527 kavling di sana, kalau bukan tanahnya mereka, ya mereka harus tinggal di rusun. Tidak ada ganti uang kerahiman apa pun," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8).

Untuk memastikannya, Ahok bahkan menantang warga Kampung Pulo untuk membuktikan sertifikat resmi kepemilikan lahan mereka tersebut. Bahkan, dirinya berjanji akan mengganti rugi per 1,5 kali lahan mereka dengan unit rusun.

Dirinya mengaku, ada beberapa warga yang memperlihatkan sertifikat lahan yang mereka miliki kepadanya. Di dalamnya, justru terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa pembelian lahan di atas lahan negara.

"Mereka ngotot punya sertifikat, saya bilang, 'Mana sertifikatnya?' Mereka tunjukkan akta jual beli, tulisannya, 'akta jual beli bangunan di atas lahan pemerintah'," ujar Ahok.

Ahok mengaku yakin jika sebagian warga sudah setuju untuk direlokasi ke rusunawa. Namun, dirinya mensinyalir masih ada segelintir oknum yang memanfaatkan situasi, dan mempengaruhi warga untuk menolak direlokasi.

"Kami kan sudah bangun rusun di kantor bekas Sudin Pekerjaan Umum. Tapi ada sebagian warga enggak mau. Kalau enggak mau, ya tetap kami gusur rumahnya," pungkasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP