Ahok targetkan 2019 makam Mbah Priuk jadi wisata budaya dan agama
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menindaklanjuti rencananya menjadikan komplek makam Mbah Priuk, Jakarta Utara menjadi pusat wisata budaya dan agama. Dia telah melakukan pertemuan untuk segera menjadikan kawasan cagar budaya terlebih dahulu.
Basuki atau akrab disapa Ahok telah meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk membuat surat menjadikan kawasan tersebut cagar budaya. Setelah itu, makam Mbah Priuk juga akan berubah menjadi objek wisata.
"Kita lagi minta Disparbud menyiapkan draft apa surat penetapan itu sebagai cagar budaya dulu. Penetapan 3 hektar itu jadi kawasan cagar budaya dulu," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2).
Dia mengungkapkan, setelah kawasan makam menjadi cagar budaya barulah nanti pihak pengelola membuat yayasan. Sehingga pada tahun 2019 pihaknya dapat melakukan perubahan kawasan menjadi objek wisata.
"Setelah itu baru kita apa dia bikin yayasan atau apa memerlukan izin penggunaan lahan ke gubernur. Kita sertifikatkan, 2019 baru kita ubah dari industri ke tempat wisata," tutupnya.
Sebelumnya, saat berkunjung ke makam Mbah Priuk, Ahok menjanjikan menetapkan kawasan ini sebagai cagar budaya. Keputusan tersebut diambil setelah melakukan pertemuan dengan pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan Badan Pertanahan Negara (BPN) Kantor Wilayah DKI Jakarta.
Dia mengatakan, masyarakat sekitar mengharapkan kawasan makam Mbah Priuk menjadi cagar budaya. Proses penetapannya nantinya akan dipercepat agar pada bulan ini sudah dapat selesai prosesnya.
"Kondisi di sini tata ruang industri. Habib Sting susah bayar listriknya bisnis PAM-nya juga mahal. Jadi ini tunggu 2019 revisi. Dari Pelindo, ini bukan kawasan industri lagi. Ini cagar budaya tempat destinasi wisata," katanya di depan kawasan makam Mbah Priuk, Jakarta Utara, Selasa (14/2).
Namun, dia mengungkapkan, Habib Sting sebagai ahli waris harus membuat yayasan agar pihak manapun tak bisa mengganggu keberadaan makam Mbah Priuk. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta dan PT. Pelindo dapat memberikan bantuan untuk membangun parkiran dan masjid.
"Ini kan makam keramat rencananya kita akan bangun masjid bersama Pelindo dan kita akan buat parkiran kuliner jadi tempat wisata religi di Jakarta. Jadi tinggal urusin yayasan, sertifikat, Pelindo akan siapkan dana dan Pemda akan menyiapkan bagaimana caranya membangun komplek yang hampir 3 hektar ini. Jadi ini suatu peninggalan luar biasa," terangnya.
Direksi PT Pelindo II Riri Syeried Jetta menilai, keputusan yang diambil oleh Ahok akan sepenuhnya didukung oleh pihaknya. Karena pihaknya akan sejalan dengan rencana Pemprov DKI Jakarta.
"Bagi Pelindo kalau sudah ditetapkan Pelindo akan mendukung dan menyiapkan program Pemprov DKI," terangnya.
Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta M Najib mengungkapkan, setelah duduk bersama antara semua pihak akhirnya dicapai titik temu untuk menjadikan kawasan makam Mbah Priuk sebagai cagar budaya. Terlebih tidak ada keberatan dari pihak PT Pelindo II.
"Kemudian kita akan carikan cara soal status tanah. Kita akan mempertahankan ini sesuai arahan gubernur jadi cagar budaya dan akan disesuaikan tata ruangnya sesuai 2019 nanti," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya