Ahok tak permasalahkan jika tarif Transjakarta naik
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan tidak permasalahkan jika tarif Transjakarta naik. Karena ia menilai masyarakat siap dengan kenaikan tarif tersebut.
"Sebenarnya kalau pelayanan baik, kalau naik Rp 5 ribu Rp 6 ribu saja orang mau. Yang sekarang Kopaja (AC) kan sudah Rp 6 ribu kan, orang pada mau. Berarti sebenarnya Transjakarta bisa naik Rp 6 ribu. Toh kamu Rp 6 ribu, masuk gratis, naik di tengah gratis kan. KHL kita juga Rp 6 ribu kan," jelas Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/1).
Walaupun begitu, Ahok mengungkapkan kenaikan belum tentu terjadi, karena semua masih dalam pembahasan. Sebab bisa saja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan suntikan subsidi pada PT TransJakarta.
"Tergantung (naik atau tidaknya). Kita lihat dulu. Kalau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2014 kita kuat, malah seluruh bus kita gratiskan. Kalau APBD kita Rp 100 triliun kita mau gratiskan," ujarnya.
Rencana tersebut belum bisa terealisasi karena RAPBD 2014 Jakarta baru Rp 72 triliun. Pada 2014, Pemprov DKI Jakarta fokus pada pengentasan banjir dan macet. Salah satunya, pada pembelian tanah untuk ruang terbuka hijau dan rumah susun. Walaupun, kata dia, untuk menggratiskan angkutan bus TransJakarta hanya butuh dana sekitar Rp 1 triliun.
"Sekarang kan masih mau beresin banjir sama macet kan. Sama mau beli tanah. Kita mau beli tanah banyak. Tanah kan naik terus, nah kita mesti beli tanah terus ini," terang Ahok.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya