Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok tak peduli ada perusahaan rugi akibat uang sampah Bantargebang

Ahok tak peduli ada perusahaan rugi akibat uang sampah Bantargebang Ahok. ©2015 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak mau ambil pusing soal pernyataan PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI) mengaku merugi. Ini terkait uang operasional yang dibayarkan Pemprov DKI tak cukup dalam pengelolaan sampah di Bantargebang.

Ahok menegaskan bahwa itu bukan kesalahan Pemprov DKI Jakarta. Justru, kata dia, berdasarkan temuan BPK itu terjadi perubahan (adendum) pada kontrak dan Joint Operation antara PT GTJ dan PT NOEI menjadi penyebabnya. Maka itu hal tersebut penyebab mereka merugi.

"Saya enggak mau tau, pokoknya itu hasil temuan BPK mengatakan mereka harusnya sudah melakukan investasi Rp 700 miliar. Dan dia tidak melakukan itu. Hanya abis berapa lah itu saya lupa," kata Ahok di Balai kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (30/10).

Ahok heran alasan PT GTJ tidak bisa menangani pengelolaan sampah. Padahal pihaknya telah membayar RP 400 milar per tahun, namun itu dianggap belum cukup bagi PT GTJ.

"Kamu bayar tipping fee aja lebih mahal Rp 400 miliar, masa kamu dengan tipping fee enggak bisa kelola sendiri dan 20 persen tipping fee langsung masuk ke APBD Bekasi," lanjutnya.

Oleh karena itu, Ahok akan tetap meminta kepada Dinas Kebersihan DKI Jakarta untuk memberikan SP lanjutan bila SP pertama tidak mendapatkan tanggapan. Jika pihak dinas tidak mau, mantan Bupati Belitung Timur ini mengancam akan mencopot kepala dinas terkait.

"Ini temuan BPK, makanya kita perintahkan dinas untuk kasih SP. itu tidak dilakukan makanya saya copot kepala dinas. Saya teken lagi yang baru, baru dikeluarkan SP, ada apa ini," tambahnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP