Ahok sudah gembar gembor, ternyata penghapus bus sekolah belum jelas
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berniat menghapus bus sekolah. Hal itu sudah digembar-gemborkan sejak pekan lalu.
Rupanya, rencana itu akan dilakukan setelah seluruh koridor Transjakarta dan kebutuhan armada bus umum lainnya terpenuhi.
"Tunggu bus udah cukup dulu, tunggu integrasi kopaja dan metromini. Jadi jaringan kita bisa sampai ke perumahan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/7).
Jika semua kebutuhan bus di Jakarta sudah terpenuhi, Ahok juga ingin agar seluruh bus itu menggunakan sistem tiket elektronik. Sehingga, anak-anak sekolah yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP), dapat menggunakan moda transportasi umum tersebut secara gratis, hanya dengan menempelkan KJP yang mereka miliki tersebut pada sistem e-ticketing.
"Nah, kalau sudah gunakan e-ticketing, baru bus sekolah bisa dihapus, karena para pelajar tinggal pakai KJP. Bus sekolahnya tinggal kita ubah aja, kita bikin jadi bus pegawai juga boleh, untuk RS juga boleh," ujar Ahok.
Diketahui sebelumnya, layanan bus sekolah gratis dinilai Ahok sangat tidak efektif. Nantinya, para pelajar dapat menggunakan bus TransJakarta secara gratis, hanya dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Untuk semua hal tersebut, Ahok menargetkan jika realisasi penghentian layanan bus sekolah gratis itu, baru bisa dilakukan pada 2016 mendatang, saat armada bus dan transportasi massal lainnya sudah cukup memadai untuk melayani mobilitas warga DKI Jakarta.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya