Ahok soal uji KIR Scania: Lebih baik salah administrasi atau bus?
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram soal polemik stiker uji KIR yang tidak sesuai dengan spesifikasi asli bus. Dia menilai lebih baik salah urus administrasi dibandingkan salah beli bus.
"Sekarang saya tanya deh, lebih baik kesalahan administrasi atau lebih baik salah busnya? Kamu mau naik dan pilih yang kebakar tapi administrasinya benar, atau yang busnya sudah teruji tapi KIR-nya salah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/8).
Ahok menduga, ada pihak tak bertanggung jawab yang menuliskan data yang tidak sesuai dengan spesifikasi asli bus Scania tersebut. Maka, dirinya meminta agar warga Jakarta berpikir logis dan tak terprovokasi soal polemik tersebut.
"Menurut saya ini orang iseng. Mana ada sih bus yang 111 kursi. Emang kereta api? Pakai logika saja gitu loh. Pasti yang dimaksud itu kursi. Kalau tempat duduk ya tinggal bagi aja, dia grosnya berapa," ujar Ahok.
"Misalnya 26 ton, netnya berapa? 17. Ya tinggal kurangin, itu bagi rata-rata orang 60-70 kg, ya dapat lah misalnya 120 orang atau 110 orang kapasitas bus. Ya sudah orangnya di mana, ya berdiri. Kecuali tulisan busnya enggak boleh berdiri. Ya kursi pasti cuma 30-an," pungkasnya.
Diketahui, dalam stiker KIR yang ditempel di bus Scania tertulis berat kosong kendaraan adalah 19,3 ton, sementara gross vehicle weight atau GVW yang mencerminkan berat bus dalam keadaan bus penuh penumpang adalah 26 ton.
Penumpang yang bisa diangkut harusnya 26 ton dikurangi 19,3 ton atau 6,7 ton. Jika dihitung sesuai peraturan satu orang penumpang yang dihitung beratnya 60 kg, artinya bus tersebut bisa mengangkut sekurang-kurangnya 111 orang penumpang. Tetapi dalam stiker KIR itu tertulis, bus hanya dapat mengangkut 39 orang dengan rata-rata berat 60 kg.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya