Ahok soal serobot busway: Orang Jakarta memang gitu, harus ditangkap
Merdeka.com - Meski sudah berulang kali dilarang, tetap saja pengendara motor nekat menerobos busway. Padahal jika apes, mereka bakal didenda Rp 500.000.
"Masih (aturan), masih jalan kok sampai sekarang," ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (27/3).
Ahok meminta polisi tak lengah dan tetap menindak bagi mereka yang melanggar. Hal ini sesuai kesepakatan kerjasama yang dibuat antara Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dengan Polda Metro Jaya.
Jika sekarang ini masih banyak pengendara kendaraan bermotor yang nekat dan bandel melewati jalur busway, Ahok menegaskan, hal tersebut adalah tugas polisi.
"Itu tugas polisi, tugas polisi. Ya orang kan ngitung itu kan, ketangkap sepuluh kali, ketangkap sekali Rp 10 ribu murah," jelasnya.
Ahok sendiri berencana memasang portal otomatis yang akan tertutup jika ada kendaraan selain Transjakarta melintas. Bila dengan cara ini masih ada yang melanggar, maka nilai tilang akan menjadi lebih besar Rp 1.000.000 tiap kali melintas.
"Orang Jakarta memang begitu, kami harus tangkap-tangkapin. Kami lagi mau pasangin kamera-kamera nanti dendanya elektronik saja, kamu lewat jalur akan langsung kefoto dan langsung tagih denda. Jika enggak mau bayar denda, STNK kamu akan kami blokir," tandasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya