Ahok soal buruh demo: Silakan, tapi lagu dangdutnya yang enak ya
Merdeka.com - Sejumlah elemen buruh terus turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang ditolak buruh seluruh Indonesia. Balai Kota DKI Jakarta menjadi lokasi yang paling sering didemo.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tak mau ambil pusing dengan demo yang dilakukan elemen buruh seperti hari ini.
"Kalau mau demo ya silakan. Aku bilang eh lagu dangdutnya yang enak ya," jawab Basuki berkelakar, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, (26/11).
Ahok menolak menanggapi protes buruh pada PP No 78 tahun 2015. Menurutnya, itu sudah menjadi keputusan pemerintah pusat.
"Ya saya nggak mau komentar, kamu tanya saja pemerintah pusat, atau tanya Presiden (Joko Widodo) saja," tambahnya.
Seperti diketahui, hari ini (26/11) para buruh dari berbagai daerah di Jakarta menggelar unjuk rasa untuk meminta dukungan Ahok dan DPRD DKI Jakarta agar mau menekan Jokowi mencabut PP itu.
Para buruh menilai PP 78/2015 ini memiliki mekanisme baru dalam penentuan upah minimum provinsi. Yakni, tidak lagi didasarkan pada kebutuhan hidup layak, tapi pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, peninjauan terhadap upah buruh juga akan ditinjau 5 tahun sekali.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya