Ahok sindir Lulung soal UPS: Dia lupa, amnesia
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ngotot nyatakan tak pernah tahu bagaimana bisa anggaran pengadaan uninterruptible power supply (UPS) masuk di APBD-Perubahan 2014.
Pria yang akrab disapa Ahok ini justru mempertanyakan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana yang mengaku lupa RAPBD 2015 versi DPRD DKI terdapat usulan pengadaan uninterruptible power supply (UPS).
"Mereka jelas, misalnya Haji Lulung kan dia lupa nih amnesia. Dia bilang, saya memalsukan APBD kan. Yang APBD asli punya nya mereka ditandatangani semua 2015 dikirim ke Mendagri," kata Ahok di RPTRA Borobudur, Menteng, Jakarta, Jumat (5/2).
"Berarti yang main siapa? Haji Lulung lebih tahu dong yang mainnya siapa," pungkas orang nomor satu DKI ini.
Dia mengaku anggaran siluman pengadaan UPS setelah dilaporkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) karena terpantau dalam proses e-budgeting 2015 silam. Kepala BPKP kala itu, Mardiasmo, menemukan ada anggaran siluman di APBD 2013 dan 2014.
"Memang itu terjadi dari temuan BPKP ada e-budgeting, semua baru terungkap sejak saya buat e-budgeting 2015. Lalu tiba-tiba ada versinya DPRD dan saya," terangnya.
Jika dirunut, dulu Ahok menemukan rincian RAPBD 2015 yang diserahkan DPRD DKI usai rapat pengesahan APBD pada tanggal 27 Januari 2015, tidak sama dengan rincian yang diserahkan Pemerintah Provinsi DKI untuk disahkan.
Ahok menuduh sebagian oknum dewan menyunting rincian anggaran kemudian memasukkan 'anggaran siluman', salah satunya anggaran pengadaan UPS. Akhirnya Pemprov DKI memilih untuk mengirimkan rincian APBD yang tidak diserahkan dewan, untuk dievaluasi dan disetujui Kementerian Dalam Negeri.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya