Ahok setujui anggaran perjalanan dinas DPRD Rp 2 juta per hari
Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI, Mohammad Taufik sambangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pertemuannya ini membahas kenaikan besaran anggaran perjalanan dinas anggota dewan yang diisukan mencapai Rp 2 juta per hari.
Sebelumnya Ahok menolak kenaikan dana tersebut. Namun kini dirinya menyetujui ada kenaikan anggaran perjalanan dinas. Mengapa demikian?
"Soal Rp 2 juta per hari, ya tentu waktu dengar itu dan ditanya teman-teman saya bilang saya enggak setuju karena enggak ada dasarnya. Tapi kalau perjalanan dinas disesuaikan dengan eselon 2 dan gubernur ya boleh lah, karena ada surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kalau anggota dewan itu sesuai dengan eselon 2 untuk perjalanan dinasnya," kata Ahok di Balai Kota, Senin (14/12).
Ahok memaparkan dirinya setuju dengan kenaikan anggar yang diusulkan banggar. Namun menurutnya, kenaikan tak boleh sampai Rp 2 juta, seperti apa yang telah diungkapkan Taufik pada Sabtu (12/12) kemarin.
"Ya setuju (kenaikan dana), tapi enggak sampai Ro 2 juta. Ada hitungan eselon 2 nya. Kurang lebih Rp 1,5 juta lah. Tadi kan Rp 2 juta per hari. Saya bilang kayak dong kita kalau Rp 2 juta per hari? Duduk saja," ungkapnya.
Ahok menjelaskan, kalau keluar kota ataupun keluar negeri memang seharusnya ada hitung-hitungannya. Sehingga biaya tak bisa gitu saja disamakan dengan eselon 2, gubernur, maupun wakil gubernur. Kecuali, menurutnya pimpinan dewan baru bisa disamakan dengan gubernur dan wakil gubernur.
"Misalnya saya, saya kalau keluar negeri enggak boleh naik yang first class. Sama kayak eselon 1 kelasnya bisnis. Menteri pun kelasnya bisnis. Sekelas presiden aja baru boleh first class. Jadi semua jelas perinciannya," tutup Ahok.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya