Ahok sebut tragedi Semanggi coreng muka Indonesia di internasional
Merdeka.com - Indonesia memiliki sejarah kelam, saat empat mahasiswa Trisakti yang tengah aksi di Jalan Semanggi tewas ditembak. Hingga kini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang terkenal dengan Tragedi Semanggi itu.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, kondisi saat itu sangat mencoreng nama Indonesia di mata Internasional. Dia berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang.
"Bagi saya, itu (peristiwa Mei 1998) adalah sebuah kejadian yang sangat mencoreng muka bangsa dan negara," tegasnya di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sungai Bambu, Jakarta Utara, Rabu (13/5).
Mantan Bupati Belitung Timur itu berharap, pendirian Prasasti Mei '98 mampu mencegah terulangnya kerusuhan dan pembunuhan terhadap aktivis di Indonesia ke depannya.
"Kita ingin dengan ada monumen tersebut agar peristiwa Mei '98 tidak terulang lagi. Apalagi di negara beradab ini, negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, itu sama sekali hal yang memalukan," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya