Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok sebut tawuran disebabkan lingkungan kumuh dan RSSSSS

Ahok sebut tawuran disebabkan lingkungan kumuh dan RSSSSS ahok datangi bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Maraknya aksi tawuran antar warga atau kelompok di ibu kota, menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), disebabkan karena masih banyak warga yang kondisi rumahnya tidak layak huni, dan lingkungannya kumuh.

Hal itu menurutnya kerap memicu tekanan hidup dan kondisi stres, sehingga tak jarang berujung pada kondisi emosional yang membuat mereka mudah terpancing emosi hingga terjadi tawuran.

"Hal semacam itu tuh terjadi di kawasan kumuh seringnya. Soalnya itu kan mereka tinggalnya di RSSSSS kan, Rumah Sangat Sangat Sederhana Sampai Susah Senggama," ujar Ahok di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/7).

"Akibatnya, emak bapaknya kalau mau berhubungan intim, nyuruh anaknya keluar, jangan pulang dulu. Ya berantem lah di luar. Itu hasil kajian loh," katanya menambahkan.

Menurut Ahok, kurangnya jumlah kamar dan terbatasnya privasi di rumah, adalah hal yang menyebabkan anak-anak pelaku tawuran itu seringkali nongkrong di jalan, dan saling mengganggu serta berbuat onar antar satu sama lainnya.

Untuk itu, Ahok mengaku pihaknya sudah berencana membangun rumah susun terpadu, bagi warga yang tinggal di kawasan kumuh, dan lingkungan yang tidak layak huni tersebut.

"Kalau enggak ada kamar, emak bapaknya bilang 'Kamu jangan pulang dulu'," ujar Ahok.

"Itu tuh terjadi di kawasan kumuh seringnya. Makanya kita ingin bangun rusun sederhana 18-20 meter persegi. Minimal 32-36 meter persegi," pungkasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP