Ahok sebut parkir meter bikin ormas kehilangan lapak cari duit
Merdeka.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berencana menghapus parkir meter yang diterapkan beberapa bulan lalu telah diterapkan. Sandi menilai sistem parkir meter tidak sesuai dengan karakter warga Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku heran dengan ide Sandiaga. Menurut dia, parkir meter sebenarnya cukup membantu Pemprov DKI Jakarta.
"Yang pasti dengan parkir meter, kebocoran bisa kita tekan," kata pria yang akrab disapa Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/5).
Dia menjelaskan, warga Jakarta yang menjadi juru parkir diberi upah senilai UMP. Bahkan, anak-anak mereka menerima Kartu Jakarta Pintar dan tidak perlu membayar saat naik bus Transjakarta.
"Kita berdayakan semua tukang parkir meter, malah dapat gaji gede UMP. Anaknya bisa dapat KJP, naik bus enggak bayar," jelasnya.
Justru, Ahok menduga parkir meter membuat sejumlah pihak yang kerap mengelola parkir liar resah.
"Mungkin ormas-ormas enggak dapat duit kali ya," tutupnya.
Sebelumnya, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai sistem parkir meter tidak cocok diterapkan di Jakarta. Sebab, ia menilai pola yang diterapkan dalam sistem parkir model tersebut tidak cocok dengan budaya orang Indonesia.
Ia menilai sistem parkir meter hanya cocok diterapkan di negara yang karakter masyarakatnya individualis. Hal yang disebut Sandi berbeda dengan karakter masyarakat Indonesia.
"Kalau kita lihat di sini parkir kita dibantuin, mau belanja ada yang bantuin. Karena memang banyak lapangan pekerjaan yang dibutuhkan," kata Sandi.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya