Ahok: Saya enggak setuju BLSM, apalagi cuma 4 bulan
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak dapat berbuat apa-apa pasca disetujuinya kebijakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Namun, secara pribadi ia tidak pernah menyetujui adanya bantuan tersebut sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kalau saya pribadi saya enggak pernah setuju BLSM. Apalagi kalau cuma 4 bulan," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/6).
Menurutnya, masyarakat di daerah paling utama bukan persoalan transportasi, tetapi lebih ke sembako, kesehatan dan pendidikan. Saat ini, ia meminta RT/RW dan kelurahan untuk menjaga anggaran tersebut jangan sampai terjadi penyelewengan.
"Tapi kalau bantuan, pasti susah. Terus kalau sudah dicabut gimana? Kasihan dong kalau empat bulan," katanya.
Namun, sikapnya tersebut bukan berarti tidak mendukung kenaikan BBM tetapi harus dapat mewujudkan bantuan sosial. Tetapi bantuan sosial harus dilakukan untuk orang susah.
"Saya bukan berarti melakukan bantuan sosial seperti ini. Harusnya jamin sembako dong. Mereka kan punya Bulog. Harus kontrol pasar. Kemarin kan kita sudah tahu siapa yan main. Yang paling penting itu apa? Boleh uang pas-pasan tapi bisa berobat. Terus bisa sekolah. Punya rumah yang baik. Bisa makan. Kalau mau kerja transportasi yang murah. Ya kan? Itu aja," jelasnya.
Mantan bupati Belitung Timur ini mengaku berdasarkan pengalamannya, bantuan sosial pasti akan bocor. Jadi memang persoalannya itu karena tidak pernah menyiapkan jangka panjang.
"Masa jabatan 5 tahun, semua berpikir untuk lakukan sesuatu yang pendek kan? Kalau kita sih berpikirnya menyiapkan sembako, jaminan transportasi. Saya pernah bilang kan, Jakarta boleh tidak ada subsidi, saya berani sama pak gubernur. Tapi transportasi massa ini tiap 3 menit ada dan bayarnya itu hanya 10 persen dari UMP gitu loh. Itu yang perlu disubsidi," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya