Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok rayu Jokowi di Istana, minta ikut kelola kuota impor sapi

Ahok rayu Jokowi di Istana, minta ikut kelola kuota impor sapi Jokowi-Ahok dan para istri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menemui Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana. Dia meminta Jokowi melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta dilibatkan dalam mengelola kuota impor sapi.

Ahok, sapaan akrabnya, mengusulkan BUMD daerahnya, seperti PD Dharma Jaya dan PD Pasar Jaya. "Kita juga harapkan nanti, impor sapi misal dari India atau dari mana, itu kasih kuota impornya ke Dharma Jaya, kita punya pasarkan, gitu konsepnya," kata Ahok di Istana, Jakarta, Jumat (13/11).

Ahok menceritakan, ketika Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pernah melakukan nota kesepahaman dengan Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, mengenai kerja sama pengadaan sapi. Apalagi beberapa hari lalu Jokowi telah lakukan peresmian kapal ternak di Bangkalan, Jawa Timur.

Maka dari itu, kata Ahok, usulan memasukkan perusahaan BUMD DKI dalam proyek impor sapi sesuai dengan rencana pemerintah. Sehingga ke depannya Dharma Jaya bertugas membeli dan potong, sedangkan PD Pasar Jaya lakukan penjualan. "Terus kita pengen kita tidak mau kuasai seluruh pemain, tapi kita tidak pengen kalah, kita punya pasar," jelas Ahok.

"Target kita 30 persen, terus impor sapi juga bisa diberikan pada Dharma Jaya, kita harapkan bisa menahan laju inflasi khususnya dari soal daging ini," tambahnya.

Ahok berharap kapal ternak yang diresmikan Jokowi dapat mempersingkat waktu distribusi dan menekan harga. Apalagi kapal itu bakal keliling, dan masuk mampir ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kapal kan mampir-mampir, nanti di Tanjung Priok kapal sapi ini. Presiden bilang beliau mau jemput," terangnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP