Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok ralat ucapannya soal anggaran lelang jabatan

Ahok ralat ucapannya soal anggaran lelang jabatan HUT Kopri ke-41. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah mengatakan sistem lelang jabatan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Tapi menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karmayoga menegaskan anggaran yang dihabiskan tak sebanyak itu, hanya Rp 2,5 miliar.

Saat dikonfirmasi, Ahok menyebut apa yang disampaikan saat itu karena mendapat data dari pihak swasta yang tadinya akan diajak bekerja sama dalam sistem lelang jabatan ini.

"Waktu itu ditawarkan oleh pihak swasta, setelah kita perinci lagi bisa dikerjakan sendiri dengan biaya yang lebih murah. Makanya, kenapa pakai swasta," kilah Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/4).

Dia menambahkan, saat itu Ahok ditawarkan sebuah perusahaan konsultan yang pernah menjadi panitia rekrutmen anggota KPK dan PPATK. Dalam hitungan konsultan itu, biaya untuk satu peserta lebih kurang Rp 100 ribu.

"Yang pernah ngerjain KPK dan PPATK. Mereka, hitung per orang Rp 100 ribu," katanya.

Tapi setelah memastikan kerjasama itu dibatalkan, pemprov melakukan perhitungan ulang dan nilainya Rp 2,5 miliar. Dana itu berasal dari dana BKD senilai Rp 250 juta dan sisanya dialokasikan dana Sekda.

Dia juga menegaskan, promosi jabatan ini wajib diikuti seluruh lurah dan camat di Jakarta. Apabila tidak mengikuti akan kehilangan jabatan struktural.

"Iya wajib ikut seleksi," tegas Ahok.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok menyebut sistem lelang jabatan camat dan lurah akan menelan dana Rp 7 miliar.

"Kami lagi siapin mau hitung bayar konsultannya nih. Kita mau hitung mana-mana yang ada, kan kita enggak ada tender kan, pakai uang kita juga enggak cukup. Itu bisa menghabiskan mungkin Rp 6-7 miliar untuk seleksi dan membikin sistem dan segala macem," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jumat (8/3).

Untuk itu, Ahok akan menemui beberapa kedutaan besar untuk membantu mendanai, dapat melalui lembaga USAid atau AusAid. Pendanaan tersebut untuk membayar dalam proses perekrutan dan seleksi. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP