Ahok prediksi upah buruh DKI tahun depan Rp 3 juta
Merdeka.com - Jelang akhir tahun, pembahasan upah buruh selalu hangat. Sebab, beberapa tahun terakhir, upah yang dituntut buruh berbeda dengan yang dikabulkan pemerintah dalam bentuk upah minimum provinsi.
Biasanya, besaran upah buruh di DKI menjadi tolak ukur untuk daerah lainnya. Bagaimana dengan tahun depan?
Dewan Pengupahan DKI Jakarta memperkirakan upah Kebutuhan Hidup Layak buruk pada tahun depan naik. Itu artinya, upah akan mengalami kenaikan pula.
"Kalau inflasi kita perkirakan tahun depan 4 persen, ya sudah berarti UMP di atas KHL. Bisa Rp 3 jutaan berarti tahun depan. Kalau KHL-nya bohong ternyata cuma 2,7 persen, berarti enggak sampai Rp 3 juta kan. Saya belum dapat laporan," jelas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10).
Ahok sapaan akrabnya menegaskan, komposisi untuk penentuan upah buruh tidak hanya bergantung naiknya harga barang yang disurvei sebagai KHL.
"Kita bukan naikin KHL. Prinsipnya kita harus teliti surveinya sudah betul apa belum," kata Ahok.
Dijelaskan Ahok, seperti tahun-tahun sebelumnya, UMP ditentukan berdasarkan pengajuan KHL ditambah dengan inflasi tahun depan. Nah untuk tahun ini, survei yang dilakukan Dewan Pengupah, ada kenaikan KHL sampai 2,98 persen.
"Sekarang survei KHL kan 2,98 persen tapi kan kita enggak tahu benar enggak nih surveinya makanya kita mesti panggil mereka, kan three parted surveinya metodenya benar enggak," tambahnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya