Ahok: Pasar tradisional jadi PKL saat ada pasar modern, tidak adil!
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meresmikan Kantor Pusat PD Pasar Jaya yang berada di Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat. Ini menggantikan kantor yang sebelumnya berada di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.
Basuki atau akrab disapa Ahok mengaku sudah cocok dengan cara kerja Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin, cukup baik. Sebab bisa menyesuaikan dengan kerja yang dia inginkan juga Presiden RI Joko Widodo.
"Saya sangat senang pagi ini. Karena direksi yang kami ganti begitu cepat bisa memahami apa yang Pak Jokowi dan saya inginkan sebetulnya. Kami teriak terus, kami sampaikan pasar ini inkubator. Kami ini pedagang, Pak Jokowi pedagang, saya juga pedagang," katanya saat memberi sambutan, Jakarta, Rabu (24/8).
Ahok meminta, PD Pasar Jaya sebagai perpanjangan tangan Pemprov DKI harus menjadi penengah. Harus memberikan keadilan sosial bagi seluruh warga ibu kota.
"Kami sampaikan kenapa rakyat kita kalah dengan pasar modern? Logikanya enggak kalah. Lalu kenapa kalah? Karena pasar tradisional jadi PKL, ketika ada pasar modern. Ini tidak adil," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mencontohkan. Pedagang martabak yang hanya menggunakan ruangan seluas 2x2 meter, namun mereka harus membayar mahal untuk sewa selama 8 jam.
"Kelurahan minta Rp 20 ribu sehari, Dinas Kebersihan minta Rp 20 ribu. Belum lagi mereka bayar listrik Rp 20 ribu, jadi Rp 60 ribu sehari untuk empat meter persegi," terangnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya