Ahok ogah kebut pembahasan KUA-PPAS 2016 agar hasil maksimal
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menampik pernyataan dari Ketua Komite Pemantau Legislatif (Kopel), Syamsuddin Alimsyah yang mengatakan, pembahasan rancangan APBD DKI 2016 yang dibahas oleh DPRD DKI Jakarta tidak akan maksimal jika dikebut.
Pria yang akrab disapa Ahok ini menilai pembahasan KUA-PPAS DKI 2016 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi sebelumnya sudah diperiksa sampai detil mulai dari draf usulan anggaran, deskripsi program, dan rincian alokasi anggaran per program.
Dia juga mengatakan bahwa pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2016 sudah hampir sama dengan Rancangan APBD DKI 2016.
"Enggak juga. Kalau dikebut yang biasa bener tidak akan maksimal. Kalau kami tak dipaksa dikebut. Dia mesti ingat, pemantau itu harus ingat dia ngerti enggak KUA-PPAS kami itu udah seperti APBD," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (2/12).
Sementara itu, dalam pembahasan KUA-PPAS tahun ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mencantumkan program prioritas saja, tapi juga dilengkapi angka anggaran di pos-pos program.
"Kalau dulu tuh KUA-PPAS tidak ada angka. Hanya menyebutkan plafon prioritas saja, semisal bangun Rumah Sakit, Pendidikan, Transportasi, dan Kebersihan. Kalau sekarang sampai satuan tiga dibahasnya," tandas orang nomor satu DKI Jakarta ini.
Seperti diketahui, Syamsuddin Alimsyah meragukan pembahasan APBD 2016 yang dikebut akan menyebabkan kualitas pembahasan itu tidak maksimal. Ia menilai DPRD DKI Jakarta sengaja mengkebut pembahasan APBD DKI 2016 itu agar terhindar dari sanksi Kementerian Dalam Negeri.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya