Ahok nilai banyak dokter RS belum paham sistem jaminan sosial
Merdeka.com - Beberapa rumah sakit ada yang menolak warga Jakarta berobat menggunakan Kartu Jakarta Sehat (KJS), sejak adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal ini membuat warga mengeluh.
Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengambil sikap. Ia mengatakan sedang meninjau ulang hubungan kerja sama dengan pemerintah pusat.
Namun penilaian berbeda disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut dia, ini hanya masalah kesiapan dokter yang belum maksimal. Sebab masih banyak dokter belum memahami BPJS.
"Kebanyakan dokter kita belum pernah belajar sistem jaminan kesehatan ini, karena ini barang baru. Makanya kita mau training," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/1).
Menurut dia, rumah sakit dan dokter tidak perlu kebakaran jenggot. Sebab sistem yang baru tetap memerlukan uji coba. Dengan demikian maka akan diketahui mana yang perlu diperbaiki. Jika tidak, maka sistem ini akan mengambang dan tidak jelas.
"Maksud saya jalanin aja dulu tiga bulan baru nanti ketahuan. Dievaluasi mana lebih mahal dan murah kan. Nanti tinggal penyesuaian aja, kalau yang mahal diturunin terus yang murah dinaikkan," terang pecinta klub sepak bola Inggris, Manchester United, itu.
Ahok mencontohkan negara maju yang pernah menerapkan sistem serupa, Australia. Berdasarkan informasi yang dia miliki, negeri Kanguru ini memerlukan waktu lebih dari dua tahun menerapkannya. Sedangkan, Indonesia baru mau mulai sudah ketar ketir.
"Karena Australia juga butuh waktu tujuh hingga sembilan tahun untuk menerapkan sistem ini," ujarnya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya