Ahok ngaku sempat ditawari uang gratifikasi lahan di Cengkareng
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku sempat ditawari uang dugaan gratifikasi yang diberikan ke Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Ika Lestari Aji kepadanya. Ika langsung yang menanyakan apakah dirinya berminat pada uang itu atau tidak.
Uang gratifikasi diberikan dari Kepala Bidang Pembangunan Rumah Susun dan Pemukiman Dinas Perumahan, Sukmana.
"Dia sih bilang Kadis (Ika) tidak terima. Tapi dia ngomong, mungkin ada ngomong gini, 'mungkin bapak butuh'. Saya bilang, 'ini gila apa'," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai kota, Jakarta, Rabu (29/6).
Setelah mendapat laporan, dia kemudian melihat uang yang diberikan kepada Ika dan segera meminta anak buahnya itu melapor ke KPK.
"Sejak itu kita langsung koordinasi dengan KPK termasuk dengan Bareskrim kita koordinasi terus," tegas dia.
Keganjilan demi keganjilan mulai dirasakan Ahok. Salah satunya adalah dua bukti kepemilikan terhadap lahan yang sama, satu milik DPKP dan satu lagi milik Toeti Noeziar Soekarno, penjual lahan untuk rumah susun Cengkareng Barat. Apalagi, rencana pembelian tersebut selalu ditanyakan kepadanya.
"Curiga aja makanya kita curiga kok BPN bisa keluarin sertifikat. Terus saya juga curiga, begitu ada gratifikasi, saya juga baru inget, kenapa beli lahan tanya saya mulu gitu loh? Urusan lahan kan bukan urusan saya," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya