Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok mau gaji lurah Rp 25 juta biar tak lakukan pungli

Ahok mau gaji lurah Rp 25 juta biar tak lakukan pungli Ahok lantik Djarot Saiful jadi Wakil Gubernur DKI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali akan menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, kenaikan ini bertujuan untuk memangkas PNS 'nakal'.

Ahok mengatakan,‎ pihaknya tengah melakukan evaluasi untuk menaikkan gaji PNS, salah satunya adalah lurah. Tetapi dengan adanya kenaikan ini lurah tidak boleh korupsi.

"Kami akan evaluasi (kenaikan gaji lurah), tapi enggak boleh nilep. Kalau sekarangkan ada oknum lurah (nakal)," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/12).

Dia mengungkapkan, biasanya para lurah melakukan pungli saat ada yang mengurus surat pembangunan rumah. "Kalau kamu mau ngurus surat pembangunan rumah diminta 0,5 persen sampai satu persen dari NJOP. Ini kan pungli. Terus masih setor menyetor gitu," terang mantan Bupati Belitung Timur ini.

Kenaikan gaji ini, Ahok menilai, sangat wajar dilakukan. Sebab tugas dan amanat yang diemban lurah cukup berat. Dia mengatakan, seorang lurah yang jujur belum tentu mau dengan gaji Rp 25 juta perbulan.

"Nah kalau enggak nilep-nilep duit kegiatan enggak motong-motong. Kalau yang kerja jujur mah Rp 25 juta doang enggak mau. Tanggungjawabnya berat," tutupnya.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, gaji lurah saat ini sebesar Rp 12 juta. Pendapatan itu sudah termasuk dari gaji, tunjangan kerja daerah (TKD) dan biaya lain-lainnya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP