Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok: Maaf bapak ibu, jangan mikir saya jagoan

Ahok: Maaf bapak ibu, jangan mikir saya jagoan Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Meski ketegasannya banyak dipuji, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku bukanlah seorang jagoan. Dia menyatakan membutuhkan bantuan elemen masyarakat untuk menghadapi orang-orang yang ingin mengganggu kerjanya sebagai pemimpin ibu kota.

"Ada isu Ahok musuh Islam, bapak saya ngajarin kalau saya mau bantu masjid kenapa kalau saya bantu nanti pahalanya dari situ ngalir terus," kata Ahok saat menyampaikan kata sambutan dalam Rakerda Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/11).

Kepada peserta Rakerda MUI DKI, Ahok bercerita bagaimana dia bisa menjadi Bupati Belitung Timur yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

"Gimana mungkin saya bisa jadi bupati di yang 93 persen muslim, 55 persen DPRD dikuasai Fraksi Bulan Bintang (partai Islam)," kata Ahok.

Ahok mengatakan, dia bercerita pengalamannya itu agar para hadirin bisa membantunya di tengah serangan pihak-pihak luar, salah satunya FPI yang mempertentangkannya dengan Islam.

"Saya sengaja cerita seperti ini saya harap bapak ibu bisa bantu kami. Artinya jangan mepertentangkan, artinya soal urusan DPRD ini nih ribet. Urusan DPR pusat mau dibawa ke Jakarta bikin KMP (Koalisi Merah Putih)," kata Ahok.

Akibat adanya Koalisi Merah Putih (KMP) DKI, kata Ahok, konsekuensinya adalah tidak ada alat kelengkapan dewan sampai hari ini.

"Jakarta memalukan tidak punya alat kelengkapan DPRD, gak punya komisi tapi bahasnya gimana semua dirapimkan ini lucu nih Jakarta ini," ujarnya.

"Ini bukankah menghambat? Kalau kita bicara orang beragama orang ber-Tuhan gak ada yang mau menyusahkan rakyat sebetulnya. Tapi ini terjadi di DPRD sampai hari ini, tapi tidak semua hanya sekelompok-sekelompok tertentu saja yang mengatasnamakan KMP mau dibawa ke Jakarta. Nah kami sih tidak peduli sebetulnya," ujar dia.

Menurut Ahok, dia hanya ingin peduli dengan kerja membangun Jakarta.

"Kami hanya peduli gimana kerja, anggaran mendahului, tahun depan sama saja kerja biasa. Nah jadi mohon maaf bapak ibu jangan mikir saya jagoan. Jagoan itu cuma dalam film kungfu silat itu," ujarnya.

"Kalau berantem beneran satu lawan satu juga capek berantemnya. Ngos-ngosan kalau satu sama satu sama-sama punya ilmu. Kalau berantem beneran, baak-bik-buk. Kalau tanding enak, tonjok, set, ambil napas lagi," ujarnya. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP