Ahok: Lebih baik salah staf-kan, dari pada kasih kesempatan berkuasa
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memang tidak tebang pilih saat merombak pejabat DKI Jakarta. Sekalipun kepala dinas, kalau tak becus akan dicopot.
"Kalau kami ragu-ragu nanti saya sama Wagub, Pak Sekda, BPKD kupingnya tipis. Kalau gak bener staf-in saja sudah. Kami gak mau, lebih baik salah men-stafkan orang daripada salah kasih dia kesempatan berkuasa," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).
Ahok mengatakan, sempat terpaksa memasukkan orang bermasalah dalam mengisi satu jabatan. Karena itulah, dia menggandeng KPK dan PPATK untuk menyeleksi pejabat-pejabat DKI.
"Beberapa konsultasi beberapa enggak dengan PPATK. Karena waktunya juga kepepet. Kami jadi putuskan gak mau terima orang luar. Kami mau lupakan dosamu yang lama, tapi yang baru? jangan main. Kalau main kami sikat habis," tegasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya