Ahok klaim mafia rusun sudah kabur, kini salahkan Disdukcapil
Merdeka.com - Bermasalahnya kepemilikan hunian di sejumlah rumah susun sering disebut-sebut karena ulah mafia. Beberapa orang yang diduga sebagai mafia pun sudah diamankan.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengklaim kini rusun-rusun itu sudah sepi mafia.
"Rusun yang di Muara Baru, Marunda sudah pada kabur. Kita mau tangkap sudah pada kabur nih orang-orang. Sudah bagus," kata Ahok, katanya, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (12/10).
Ditambahkan Ahok, sebenarnya selain mafia itu sendiri, masalah kacaunya kepemilikan rusun karena permainan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Untuk mengantisipasi praktik tersebut, dia akan meminta kepada setiap orang yang tinggal di rusun tersebut untuk memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sesuai dengan alamat rusun tersebut.
"Jadi ini jebakan batman saja sebetulnya. Oknum rusun ada yang main, dukcapil juga main, makanya saya paksa orang untuk ber-KTP sesuai dengan alamat rusun. Terus gua lihat datanya, pindah-pindah, ini rusun belum jadi, orang luar masuk. Begitu masuk rusun, ada yang kosong, masukin lagi orang, pindah rusun, jual lagi, kan saya lihat perjalanan KTP dia," bebernya.
Dengan cara ini, mantan Politisi Gerindra ini menilai akan membantu dirinya untuk mengetahui oknum Dukcapil yang bermain dalam praktik ini. Selain itu, Ahok juga menegaskan apabila dugaan keterlibatan Dukcapil benar, maka dia akan memberlakukan sanksi tegas.
"Kan saya bisa lihat (kalau ada oknum yang bermain) tinggal panggil Dukcapil, mana datanya? Kalau lo enggak mau kasih gua, gua pecat," tegas Ahok.
Ahok juga sempat berpesan agar warga ikut mengawasi kinerja Dinas Dukcapil. Caranya dengan meminta kepada Dukcapil untuk mendatangi dan mendata catatan kependudukan, jika ada yang tidak mau, maka ada indikasi praktik di sana.
"Dukcapil datengin loh setiap Sabtu - Minggu, datengin kamu untuk ganti KTP enggak mau. Berarti niatnya sudah enggak benar. Di situ saja ada 1900 lebih jual-belinya. Kalau Rp 5 juta permainan dia untung (dari setiap jual-beli) bisa dapat Rp 10 miliar semenjak 2013 loh. Jadi duit ini, di makan jin sama setan," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya