Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok ingin punya ajudan cantik

Ahok ingin punya ajudan cantik ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai kuota 30 persen wanita dalam dunia politik adalah sebuah penghinaan. Kenapa harus ada perbedaan antara wanita dan pria. Hal ini malah seperti tidak mempercayai kemampuan politikus wanita.

"Saya mendorong PNS untuk berpolitik. Kamu menghina perempuan loh. Perempuan tidak suka dikuotain. Mereka sama seperti kita. Mereka marah loh, Kenapa dikhusus-khususin. Tergantung orangnya. Kalau perempuan ke politik sebenarnya lebih baik," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/4).

Namun, Ahok sempat bercanda jika ingin bekerja dikelilingi perempuan. Hal tersebut dilontarkan ketika ditanya lebih baik pekerja perempuan banyak ataukah laki-laki.

"Kalau orang laki lebih suka banyak perempuan lah. Kalau ada ajudan wanita gue juga mau, polisi, polwan juga mau. Yang sering dilalu lintas yang cantik-cantik itu, juga mau. Kalau cowok-cowok kan kamu yang seneng," ucapnya sembari tertawa.

Politisi Gerindra ini menyatakan tidak setuju jika ada aturan 30 persen kuota perempuan dalam berpolitik maupun bekerja di sebuah instansi. Pasalnya, keterpilihan dianggap berasal dari hasil kinerja yang baik.

"Enggak usah kuota. Kalau mereka kerja dengan baik pasti dipilih, enggak perlu dikuotakan juga kepilih," jelasnya. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP