Ahok heran dituduh warga Bidara Cina tak informasikan proyek sodetan
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah bila penertiban sebagian lahan Bidara Cina tidak melalui proses sosialisasi. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengatakan setiap rencana penertiban pasti akan dilakukan pendekatan dan sosialisasi terlebih dahulu.
Dia pun heran, saat warga Bidara Cina merasa tidak diberi sosialisasi oleh Pemprov DKI, maka tidak mungkin dia bisa membuat laporan ke Komnas HAM.
"Warga merasa tidak ada sosialisasi dari saya, tapi kok bisa lapor HAM bahwa kamu mau ditertibkan? Terus kamu pakai pengacara, saya jadi bingung," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (29/4).
Lebih lanjut, ia bercerita, sejak dulu masih menjabat sebagai wakil gubernur, Pemprov DKI berencana menertibkan bangunan di sekitar Waduk Pluit, Jakarta Utara juga dilalui dengan sosialisasi.
"Kita ada pendekatan, hampir semua penertiban. Dari zaman Waduk Pluit," klaim Ahok.
Sehingga, kasus Bidara Cina, tak mungkin bila Pemprov DKI tidak memberikan sosialisasi terlebih dahulu. Tujuannya pun sudah jelas agar warga tahu soal proyek dan manfaat sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur itu.
"Pertanyaannya tujuan sosialisasi itu apa? Supaya warga mengetahui ada proyek pekerjaan ini. Kalau kasus Bidara Cina, Waduk Pluit, waktu ditertibkan melapor ke Komnas HAM mengatakan tidak ada sosialisasi, kalau tidak ada sosialisasi kok kamu tahu? Itu saja," jelasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya