Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok duga DPRD Bekasi 'bermain' dengan pengelola sampah Bantargebang

Ahok duga DPRD Bekasi 'bermain' dengan pengelola sampah Bantargebang TPA Bantar Gebang. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribut soal sampai DKI dengan DPRD Bekasi belum juga selesai. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menduga anggota DPRD Bekasi yang teriak-teriak soal sampah DKI pernah terlibat dalam permainan pengelolaan sampah di Bantargebang yang dikelola PT Godang Tua Jaya

"Kalau punya waktu selidiki DPRD Bekasi yang teriak-teriak itu siapa, dulunya pernah enggak terlibat di Bantargebang. Sekarang selidiki aja nama-nama anggota DPRD Bekasi yang terlibat dengan Godang Tua Jaya (GTJ)," terang Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/19).

Ahok yakin ribut soal sampah DKI ini terjadi karena kesalahan PT Godang Tua Jaya yang dinilai wanprestasi. Atas perilaku wanprestasi GTJ dia telah memberikan surat peringatan 1.

"Kita udah kirim SP 1. Yang pasti yang kasus Bantargebang itu kita mau ambil alih. Karena dia wanprestasi. Kamu lihat kan anggota DPRD Bekasi marah-marah dia bilang ini enggak sesuai kontrak. Enggak sesuai kontrak artinya apa? Kamu tahu enggak kenapa DKI bayar GTJ? Untuk amankan Bekasi kan. Kalau kami punya tanah di sini, di tempat saya, perlu bayar enggak? Tanah kami kok. Kenapa musti bayar?" beber Ahok.

"Mungkin kamu pingin amankan dia kali, supaya enggak ribut. Nah kalau dia ribut-ribut bilang enggak memenuhi standar, menolong kami kan? Sekarang Bekasi kan ngomong nih, enggak sesuai standar semua enggak sesuai, itu saya pegang semua nih. Itu berarti bukti bahwa GTJ wanprestasi. Makanya orang Bekasi mengeluh. Tapi yang saya bingung, enggak pernah tuh orang DPRD marah-marahin tu GTJ. Padahalkan yang langsung bagi-bagi duit untuk masyarakat kan GJT langsung," sambungnya.

Sebenarnya, kata Ahok, dia sudah berpikir menawarkan strategi lain untuk menyelesaikan masalah ini. Yakni memutus kontrak dengan GTJ sehingga tipping fee akan langsung diberikan ke Bekasi.

"Jadi langsung masuk ke APBD, bukan ke kelompok-kelompok tertentu," jelasnya.

Soal permintaan DPRD Bekasi yang ingin dirinya memberikan penjelasan langsung pada mereka ahok tetap menolak datang. Dia memilih meminta kepolisian mengusut dugaan permainan dalam proyek pengelolaan sampah DKI di Bantergebang.

"Kita udah minta kapolda untuk menyelidiki uang ke GTJ itu keluar ke siapa aja. Trus hubungan afiliasi truk-truk swasta ada grup enggak dengan GTJ. Ada permainan apa nih. Dulu juga angkut saringan siapa, jangan-jangan satu grup semua nih. Kita pingin tahu aliran dananya ke mana. Kita juga udah mulai selidiki anggota DPRD Bekasi terlibat enggak dengan GTJ. Ada hubungannya enggak. Sebelum jadi anggota DPRD pernah enggak jadi pengurus di GTJ. Jangan-jangan terima bantuan dari GTJ selama ini, ormas-ormas atau LSM dapat bantuan. Kita mau selidiki," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP