Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok debat dengan pekerja harian, tak terima dibohongi

Ahok debat dengan pekerja harian, tak terima dibohongi Ahok berdebat dengan PHL yang dipecat. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebelum memulai aktivitas hariannya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok selalu memberikan waktu untuk mendengarkan keluhan warga di depan pendopo Balai Kota DKI Jakarta. Pagi ini, Senin (30/5), Fitri Simanjuntak (39) ikut mengadukan nasibnya pada sang gubernur.

Fitri yang merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Pertamanan ini mengaku telah membantu pembenahan Banjir Kanal Timur (BKT). Namun Ahok menilai perilakunya keliru karena telah melakukan kebohongan.

"Saya kasih tahu, ibu kalau kerja enggak boleh bohongin saya. Kemarin kan bohongin. Saya lihat langsung kok, bolak-balik naik motor kok. Orang kerja kan enggak pakai naik motor bolak-balik," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/5).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menuding, awalnya Fitri mengaku sebagai PNS DKI Jakarta, bahkan menjadi mandor PHL lainnya. Ini yang menjadi dasar Ahok memutuskan memberhentikan kontrak dengan diri warga Klender, Jakarta Timur ini.

"Mana? Terus saya tanya PNS bukan? Bohongin, PNS, pertama, iya kan?" ungkap Ahok.

Fitri yang tidak terima sampai bersumpah bahwa dirinya bukan mandor. Bahkan dia mengaku sejak awal sebagai PHL dari Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur.

"Bapak dengar saya mengaku PNS? Saya bilang PHL. Bapak bilang saya mandor, saya bukan mandor. Saya mengkoordinasi pekerjaan PHL yang saya bawa. Tapi saya ikut turun tangan mengerjakan semuanya. Semua hasil kerja saya ada. Saya ikut turun tangan," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP