Ahok bidik 14 lahan untuk dijadikan rusun
Merdeka.com - Untuk mewujudkan keinginan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo , Pemprov DKI Jakarta mengkaji 14 lahan yang berpotensi dibangun rumah susun (rumah susun). Lahan-lahan tersebut berada di empat wilayah kota administrasi dan beberapa di antaranya merupakan lahan milik Pemprov DKI Jakarta.
Sore tadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) meninjau 14 lahan yang akan dijadikan rusun. Sebab, utang perusahaan pengembang dalam memberikan kewajiban 20 persen untuk membangun rusun sedang terkendala persoalan hukum.
"Dari 14 lahan, ada yang punya Pemprov dan ada yang harus dibeli. Dikaji juga kalau lahannya apakah ada di sekolah atau di makam," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/8).
Politisi Gerindra ini mengatakan lahan yang ada di Kampung Apung, Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat, karena bukan dimiliki Pemprov DKI. Untuk itu, Pemprov akan melakukan negosiasi dengan warga.
Selain Kampung Apung, berdasarkan data yang dimiliki Ahok, lahan di Kelurahan Srengseng, Kelurahan Semanan, dan Kelurahan Rawa Buaya juga ada di Jakarta Barat yang masuk ke dalam inventarisasi Pemprov DKI untuk program pembangunan rusun.
Sementara di Jakarta Selatan, lahan yang dikaji ada di wilayah Srengseng (Jagakarsa), Deptan (Pasar Minggu), Manggarai (Tebet), Warung Jati Timur. Pemprov DKI juga memasukkan sebuah lahan di Cirendeu yang akan diupayakan menjadi tempat penampungan Kali Pesanggrahan.
Kemudian di Jakarta Timur ada di Penggilingan (Cakung), Kebon Pala (Cawang), dan di Penganten Ali (Ciracas). Sedangkan di Jakarta Pusat hanya di dua wilayah, yaitu di Petamburan dan Karet Bivak. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya