Ahok belum terbitkan SK, sopir seenaknya pasang tarif angkutan
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta belum juga menerbitkan surat keputusan (SK) penurunan tarif angkutan. Dampaknya, sejumlah angkutan umum tak seragam tarifnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksa pengusaha angkutan umum untuk menurunkan tarif bila SK dari gubernur belum juga terbit.
"Tadi saya sudah coba cek ke Dishub tapi suratnya (SK) belum ada. Kalau masalah imbauan sudah saya sampaikan, tapi kalau mereka (angkutan) tidak mau mengikutinya saya tidak bisa berbuat apa-apa. Namanya juga imbauan," jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (28/1).
Dia menjanjikan, setelah mendapatkan SK mengenai penurunan tarif akan melakukan penertiban. "Kalau sudah ada SK nya enak kami kalau mau negor mereka," tutupnya.
Saat dikonfirmasi, Ahok mengungkapkan, wajar saja jika operator angkutan umum belum mau menerapkan tarif yang baru. Dibandingkan mengatur operator lain, dirinya lebih memilih melakukan pengadaan bus sendiri.
"Memang praktik itu susah sih. Makanya dari dulu saya yakin bikin surat seperti ini, yang penting kami mesti tambah bus. Nanti Maret baru kelihatan bus saya yang Transjakarta," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta.
Dia menambahkan, dalam triwulan tahun 2015 rencananya sekitar 100 bus Transjakarta akan tiba. Dengan begitu pengelolaan transportasi umum di Jakarta akan berada di bawah pemerintah daerah.
"Makanya saya bilang udah kami bikin bus sendiri, kalau kamu macam-macam saya telen aja secara bisnis. Saya kasih bus yang murah, kamu mau naik yang mana? Busnya bagus, enak, aman, murah," tutupnya.
/////////////////////
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya