Ahok: Banyak warga lebih memilih nikah siri
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku banyak warga memilih untuk nikah siri atau tanpa surat akta nikah. Hal ini, terkendala oleh regulasi yang terlalu rumit.
"Saya sudah tegaskan kepada Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental), kami itu tidak ingin lagi ada orang yang tidak punya KTP, tidak punya KK, tidak punya akta lahir, termasuk surat nikah. Nah ini lagi kami garap dengan Biro Dikmental," ujar Ahok saat menghadiri acara pernikahan masal yang digelar Mohamad Sanusi Center (MSC) di Jalan Tengah Gang Musholla No 68 Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Condet, Jakarta Timur, Jumat (24/5).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, tidak boleh lagi ada warga yang tak bisa mendapatkan akta lahir, karena hal tersebut ialah pelanggaran HAM yang paling dasar.
"Tidak akan ada lagi orang miskin terus pasrah enggak bisa buat akta pernikahan. Tahun ini akan kita anggarkan untuk itu," lanjutnya.
Sementara itu, Mohamad Sanusi selaku Ketua Pembina MSC, yang menggelar sidang isbat bagi 143 pasangan di antaranya terdapat 22 pasang yang beragama Kristen dan yang belum tercatat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
"Ada 290 pasangan yang mendaftar, setelah kami verifikasi menjadi 143 pasang," kata Sanusi.
Sanusi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI itu mengatakan, bagi masyarakat yang menyepelekan pentingnya memiliki surat nikah, justru akan merugikan anak dari pasangan tersebut.
"Yang rugi ya anaknya. Dia bisa menjadi korban bagaimana repotnya mengurus administrasi ke depannya," tandasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya