Ahok: Banyak tak sanggup jadi lurah karena gak bisa dapat uang enak
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan perombakan jabatan PNS DKI Jakarta besar-besaran pada awal tahun ini. Ternyata banyak pegawai merasa kewalahan dan meminta untuk mundur.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, telah mengetahui perihal tersebut. Dia menegaskan, tidak akan mempertahankan mereka. Sebab masih banyak PNS lain yang menunggu jabatan tersebut.
"Gak apa-apa. Banyak yang gak sanggup jadi lurah. Mungkin karena gak bisa dapet duit yang enak lagi, kerja keras. Gak apa-apa, yang ngantre banyak mau naik," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (18/3).
Ahok telah menduga hal tersebut karena memberikan perlakuan ketat kepada PNS yang selama ini sudah dimanjakan. Terlebih mantan Bupati Belitung Timur ini telah memperketat sistem birokrasi untuk mencegah tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
"Mungkin banyak yang gak tahan, pagi sampai malam (kerja) terima gaji doang gak mau korupsi. Tapi kan ada juga yang kayak saya gitukan, tapi kan orang aneh-aneh macam-macam," katanya.
Suami Veronica Tan ini mengaku telah mendapatkan pesan singkat elektronik yang meminta berhenti. Beberapa di antara mereka beralasan usia lanjut sehingga tidak sanggup bekerja.
"Mereka gak sanggup, umur. Terlalu tua, dia minta bagian lain. Dia gak sanggup turun terus ke lapangan. Kan lurah camat kami paksa suruh bersihin selokan terus," ujar Ahok.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya