Ahok bakal hapus 3 in 1 di Jakarta
Merdeka.com - Banyak joki three in one ikut memboyong anak mereka yang masih berusia balita. Hal ini menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, karena menganggap hal itu merupakan eksploitasi.
Dia berencana mengkaji ulang sistem three in one di sejumlah jalan protokol yang memberlakukan kebijakan tersebut. Rencana penghapusan sistem ini segera dibahas.
"Sebenarnya enggak perlu ada three in one juga. Kalau orang pada bawa-bawa bayi begitu, dikasih obat bayinya biar enggak mengganggu yang membawa mobil. Ini kan enggak benar kalau begitu," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (28/3).
Penghapusan ini cukup beralasan. Sebab, Pemprov DKI bakal segera menerapkan sistem baru yang lebih modern yakni Electronic Road Pricing (ERP). Bila telah beroperasi jasa joki three in one diyakini bakal tergusur dengan sendirinya.
Ahok mengklaim Dinas Sosial selalu melakukan operasi untuk memberikan tindakan eksploitasi terhadap anak ini. Di Jakarta, dia menemukan fasilitas yang diberikan kepada anak seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) sering dimanfaatkan oleh orang tua mereka.
"Razia terus dari dinas sosial, kadang dimanfaatin orangtua. KJP saja ada yang manfaatin sama orangtua, ambil kontan. Anaknya tetep enggak pakai sepatu, enggak beli tas baru. Diambilin uang anaknya, dibelanjain. Santai-santai nongkrong di indomaret, belanja di mall. Makanya saya lagi pertimbangkan, mengkaji 3 in 1 mau dihapuskan," tegas Ahok.
Seperti diketahui, kawasan three in one merupakan kawasan di mana mobil dan kendaraan roda empat atau lebih diharuskan berisi minimal 3 orang dalam satu kendaraan. Sistem ini pun diterapkan pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat. Mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB pagi dan sore hari sekitar pukul 16.30 sampai pukul 19.00 WIB.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya