Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok akan bentuk BLUD khusus untuk LRT

Ahok akan bentuk BLUD khusus untuk LRT Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana untuk mengeroyok permasalahan kemacetan di ibu kota. Selain melakukan penambahan armada bus, Pemprov DKI Jakarta akan membangun Light Rail Transit (LRT).

Basuki atau akrab disapa Ahok mengatakan, pihaknya tengah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mengurusi LRT. Saat ini, dia telah melakukan kajian-kajian termasuk dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Tapi kami harus buat BLUD. Kalau dulu kan udah ada BLUD bidang bus terus berubah jadi Transjakarta. Nah kalau LRT ini BLUD khusus rel," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/5).

Dia menambahkan, belum mengetahui siapa yang akan mengelola BLUD ini. Karena prosesnya tetap harus melalui lelang. Harapannya tetap dapat dikelola oleh BUMD.

"Nanti BUMD Pembangunan Jaya atau Jakpro untuk lelang. Mereka harus ikut," ujarnya.

Lelang pembangunan infrastruktur akan dilakukan setelah BLUD dibentuk. Kemudian, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar lelang khusus untuk sistem pengoperasian kereta dalam kota ini.

"Sistem nanti, begitu sudah jadikan nanti kita lelang lagi siapa yang mau mengoperasikan keretanya. Keretanya dia dan operasikannya dia," ungkapnya.

Pembentukan BLUD ini dilakukan untuk mengurusi pembangunan infrastruktur dan sistem LRT. Sebab, walaupun bekerja sama dengan pihak swasta, Pemprov tetap harus menanggung 70 hingga 80 persen pembangunan infrastruktur.

"Namanya membangun transportasi umum tidak mungkin swasta mau menanggung semua. Kecuali kami mau kasih mereka property-property semua. Rugi dong kalau kita kasih tanah kepada dia. Nanti sistem sinyalnya, rolling stock-nya, keretanya itu baru lelang ke swasta yang operasikan," jelas mantan Bupati Belitung Timur ini.

Pembangunan moda transportasi berbasis rel ini rencananya akan dibagi menjadi tujuh koridor. Total panjang rel mencapai 70 kilometer. Suami Veronica Tan ini mengungkapkan, untuk pembangunan rel memerlukan dana sekitar Rp 35 triliun.

Dia menambahkan, pembangunan ini tidak akan melibatkan pemerintah pusat sebagai mana dilakukan dalam proyek Mass Rapid Transid (MRT). Pendanaan LRT ini akan diajukan dalam APBD Perubahan 2015.

"Kita cukup kok. UPS bisa sampe Rp 1,2 triliun aja cukup," katanya.

Pembangunan ini tidak akan dilakukan secara multiyears. Karena Ahok berencana pembangunan rel LRT dilakukan satu per satu koridor.

"Kami selesaikan setahun-setahun aja. Sekarang kita selesaikan dulu dari deponya. Misalnya sekarang kelapa gading. Kelapa gading sampe kebon sirih kira-kira jadi gak? Lewat cempaka putih Pulogadung. Kalau udah jadi ya jadi dulu satu," tutupnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP