Aguan temui Ahok sebulan sekali, karena dianggap dekat dengan Jokowi
Merdeka.com - Staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Sunny Tanuwidjaja mengakui bahwa dirinya sering menjadi perantara antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pihak pengembang. Ternyata, kata Sunny, para pengembang itu sering dan suka bertemu Ahok.
Sunny mengatakan, alasan para pengembang sering bertemu Ahok karena memiliki persepsi Ahok dekat dengan Presiden Joko Widodo. Sehingga apa yang dibicarakan dengan Ahok bisa sampai ke telinga presiden.
"Biasanya pengusaha itu persepsinya Pak Gubernur (Ahok) dekat sama Pak Presiden (Jokowi) bisa dimasukkan kepada Pak Presiden. Mereka suka ngobrol dengan Pak Gubernur harapannya bisa sampai ke pak Presiden gitu," kata Sunny di Balai Kota, Jakarta, Senin (11/4).
Semisal, katanya, Bos Sedayu Grup, Sugianto Kusuma (Aguan) itu bahkan rutin bertemu sebulan sekali dengan Ahok. "Kalau sama Pak Aguan sebulan sekali lah, kurang lebih seperti itu," tandasnya.
Namun, tidak semua pertemuan dengan pengusaha dirinya yang mengatur. Terkadang, para pengusaha langsung menghubungi Ahok atau melalui staf lain.
"Mau Pak Aguan (Pendiri Sedayu Group), Pak Trihatma (Pemilik Agung Podomoro), mau siapa pun enggak semua juga lewat saya, kadang-kadang bisa langsung, bisa lewat staf lain juga bisa," terangnya.
Terlepas dari itu, Sunny menegaskan, peran yang dilakukan hanya sebatas mengatur pertemuan dengan pengusaha, bukan mengatur isi pertemuan.
"Saya mengatur pertemuan dengan berbagai macam pengusaha kok. Bukan ngatur loh ya, misal Pak Ahok bilang 'saya ingin ketemu dia bisa dijadwalkan enggak?' atau pengusahanya bilang, 'saya mau ketemu Pak Ahok dijadwalkan bisa enggak?'," pungkas Sunny.
Seperti diketahui, dalam kasus suap raperda zonasi tentang reklamasi pantai utara, anggota DPRD DKI M Sanusi dan bos Agung Podomoro Land ditetapkan tersangka. Tak sampai di situ, KPK juga mencekal Aguan dan Sunny berpergian ke luar negeri karena diduga kuat mengetahui praktik suap tersebut.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya