Ada Subsidi Air Bersih, Anies Sebut Warga Bisa Berhemat
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada dua dampak dari pemberian subsidi air bersih di Jakarta. Pertama, menekan biaya rumah tangga dan kedua keamanan kota.
Pada dampak pertama, Anies menuturkan tidak semua orang di Jakarta mampu memenuhi hak dasarnya dalam mendapatkan air bersih. Kendati nilai perolehan hak sebuah air sama. Hal ini disebabkan kemampuan ekonomi warga yang tidak merata.
"Biaya hidup rumah tangga turun. Mereka tidak harus mengeluarkan uang ekstra untuk air bersih yang menjadi kebutuhan dasar," ucap Anies dalam sambutan webinar, Rabu (1/9).
Ia mencontohkan, warga di Kepulauan Seribu harus membayar biaya air bersih sebesar Rp32.000 per meter kubik. Namun setelah dilakukan subsidi, pengeluaran untuk air hanya sebesar Rp3.500 per meter kubik.
"Turunnya hampir 90 persen jadi membayar hanya kurang lebih 10 persen bahkan nilai ini pun menjadi sesuatu yang terjangkau," tandasnya.
Tidak hanya bagi warga di Kepulauan Seribu, masyarakat di daratan Jakarta diklaim Anies merasakan dampak positif dengan adanya subsidi air bersih. Misalnya, masyarakat sebelumnya harus membayar air Rp70.000 per meter kubik dari pedagang eceran, jika dikalkulasikan, per bulan harus merogoh kocek Rp600.000.
Maka dari itu, imbuh Anies, Pemprov DKI Jakarta menyediakan subsidi jangka pendek dengan menyediakan kios air bersih.
"Sekarang, dengan adanya kios air PAM, warga yang dulunya harus mengeluarkan uang Rp600.000 -Rp700.000 per bulan sekarang cukup dengan Rp125.000 per bulan karena harga per meter kubiknya Hanya Rp3.550," rincinya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya