Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada 4 RS di DKI gunakan vaksin palsu, Ahok minta Dinkes segera urus

Ada 4 RS di DKI gunakan vaksin palsu, Ahok minta Dinkes segera urus Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak ingin ambil pusing dengan adanya peredaran vaksin palsu di masyarakat. Sebab, dia telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan secara maksimal akan peredaran vaksin palsu itu.

"Nanti Dinkes akan urus," kata Ahok singkat kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/6).

Walaupun sudah memerintahkan anak buahnya, ternyata Pemprov DKI Jakarta kecolongan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, setidaknya ada empat rumah sakit di Ibu Kota yang menggunakan vaksin palsu tersebut.

Ahok enggan menjelaskan secara detail lokasi rumah sakit yang menggunakan vaksin ilegal tersebut.

"Sudah ada 4 malahan, (tapi) laporannya belum (masuk)," tutup Ahok.

Sebelumnya diketahui, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan vaksin palsu yang diedarkan di Bogor, Jakarta, Banten dan Jawa Barat itu terdiri dari vaksin hepatitis, campak dan tuberkolosis atau TBC. Para pelaku mengaku sudah beraksi sejak tahun 2003.

Agung mengungkapkan pembuatan vaksin tersebut dengan cara menyuntikkan cairan infus dicampur dengan vaksin tetanus. Di mana hasilnya yakni vaksin palsu untuk hepatitis, BCG, dan campak.

Bahkan, lanjutnya, pihak kedokteran tidak bisa membedakan yang asli dan palsu. "Untuk menyempurnakan (vaksin), dipress dengan alat press kemudian dikemas dan dipacking lalu didistribusikan. Dokter saja susah membedakannya," ujarnya.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP