5 Aksi kriminal para pengantin baru
Merdeka.com - Para pengantin baru ini harus jauh-jauh melupakan manisnya bulan madu. Akibat ulahnya mereka harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Hubungan pasangan suami istri pun dipisahkan oleh jeruji besi. Mereka nekat melakukan kejahatan dengan sejumlah alasan.
Jika sudah begini hanya kesedihan yang menyelimuti. Bagaimana tidak, pasangan yang harusnya bersama, tetapi ini terpisah dengan waktu tak tentu.
Berikut aksi-aksi kriminil para pengantin baru:
Gelapkan duit Rp 214 juta buat pesta pernikahan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski baru menikah dua pekan, rona bahagia tak lagi tampak di wajah Satkoh Jamilah Siregar (22). Satkoh harus menghuni penjara karena menggelapkan Rp 214 juta dari toko mainan Momocow, Jalan Nibung, Medan, tempatnya bekerja."Dia dilaporkan pemilik toko, Ani, atas kasus penggelapan. Tersangka melanggar Pasal 372 jo 378 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Kanit Reserse Kriminal Polsek Medan Baru Iptu Aleksander Piliang, Rabu (15/1).Uang yang digelapkan, digunakan Satkoh untuk menghidupi keluarganya. Sebagian di antaranya ditengarai juga dipakai untuk membiayai pesta pernikahannya dengan Darwan pada 31 Desember lalu."Sebagian dipakai untuk pesta nikah, jumlahnya sekitar Rp 20 jutaan, ada rinciannya," tutur Aleksander.Namun, Satkoh membantah tudingan uang hasil penggelapan itu dipakai untuk menggelar pesta pernikahan. Dia beralasan seluruh uang itu untuk membiayai kehidupan keluarganya.Satkoh pun mengaku kecewa dan sedih karena tidak satu pun anggota keluarganya itu datang menjenguk setelah dia masuk penjara. "Padahal selama ini aku bekerja untuk mereka. Cuma suamiku yang datang," ujarnya.
Curi motor buat kebutuhan hidup
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebulan setelah menikah, M Arif (29) merasakan beratnya hidup tanpa pekerjaan. Dia pun nekat mencuri sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.Warga Jalan Brigjen Zein Hamid, Gang Manggis, Medan ini melakukan pencurian bersama temannya Hendra (DPO). Mereka mencoba mengambil sepeda motor milik Zuhdi Rambe (22) di Jalan AR Hakim Gang Kolam, Medan Area."Tersangka melakukan pencurian dan ditangkap kemarin, Minggu (9/2). Kasusnya masih kita proses. Rekannya terus kita buru," kata Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra, Senin (10/2).Di kantor polisi, Arif berdalih mencuri karena ekonomi keluarganya sedang sulit. Laki-laki ini mengaku belum punya pekerjaan, padahal dia harus menghidupi istri yang baru dinikahi sebulan lalu."Uang hasil pencurian sepeda motor ini rencananya untuk kehidupan sehari-hari. Saya baru sekali mencuri," aku Arif.
Jadi bandar sabu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPetugas Polsek Beji, Depok, menangkap ND (34) saat tengah asyik memakai narkoba jenis sabu di kediamannya. Akibatnya, ND harus rela meninggalkan istri yang baru dinikahinya dua bulan karena harus mendekam di balik jeruji besi.Selain sebagai pemakai, ND juga merupakan seorang bandar sabu. Hal ini diketahui berdasarkan penelusuran polisi sejak satu pekan belakangan.Kepada polisi, tersangka mengaku telah empat bulan menjadi pengedar barang haram tersebut. Profesi itu dilakoninya karena penghasilan Rp 30 ribu per-hari yang didapatnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari."Sabu yang dijual ND dijual dengan harga Rp 1,1 juta per-gram. Seminggu dia dapat untung Rp 800 ribu. Awalnya ditawarin sama teman, tapi akhirnya ketagihan karena dapat banyak," kata Kapolsek Beji AKP Agus Widodo, saat dihubungi wartawan, Sabtu (21/7).
Merampok buat tebus BPKB motor
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRu (25) mengaku butuh uang Rp 5 juta buat menebus BPKB motornya. Karena tak punya duit, pengantin baru itu pun nekat merampok tetangganya.Saat beraksi, Ru berpura-pura menjadi menjadi penagih hutang, dan menakuti korbannya dengan senjata tajam. Selain merampok, Ru juga melakukan pelecehan seksual terhadap tetangganya yang sudah paruh baya.
Pasutri baru jual narkoba
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPasangan suami istri berinisial BS dan IS kompak jadi pengedar sabu-sabu. Lagi-lagi terhimpit ekonomi menjadi alasan pasangan ini mengedarkan barang haram tersebut.Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti sabu sebanyak 1 kilogram. Sabu tersebut didapat dari temannya yang juga warga Medan dan rencananya hendak dijual di seputaran Kota Medan.Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta mengatakan penangkapan berdasarkan informasi dari warga. Dalam kasus itu empat orang diamankan, satu sudah dijadikan tersangka.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya