Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Persiapan Asian Games 2018 yang menimbulkan perdebatan

4 Persiapan Asian Games 2018 yang menimbulkan perdebatan Asian Games 2018. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Perhelatan Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Jakarta, sebagai salah satu kota perwakilan tuan rumah terus mempercepat segala proses persiapan. Mulai dari pembenahan trotoar hingga pengentasan bau tak sedap di Kali Item.

Semua persiapan dikerjakan Pemprov DKI bersama stakeholders secara bersama. Namun sayangnya, beberapa persiapan yang dilakukan menuai kontroversi.

Akibat kontroversi itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan acap kali disentil oleh pelbagai pihak atas kebijakan tata kotanya. Bahkan, pengguna internet juga mengkritik perubahan yang dilakukan Pemprov DKI.

Berikut beberapa persiapan jelang Asian Games 2018 yang menimbulkan perdebatan:

1. Trotoar rumput penghalang halte bus

Trotoar jalan yang dihiasi rumput menghalangi halte bus sepanjang Jalan Sudirman hingga Senayan. Netizen yang geram langsung menghujat dengan opini dan meme di sosial media.

Kemudian, Anies angkat bicara. Dia berkilah bahwa penataan tersebut hanya berlaku sementara.

"Kami siapkan rumput karena jauh lebih mudah dibongkar kembali. Karena tempat itu belum selesai dibangun, ini temporer saja," katanya.

2. Separator jalan dicat warna-warni

Pemprov DKI ingin memeriahkan Asian Games 2018 dengan melakukan pengecatan separator jalan. Separator yang awalnya berwarna hitam putih, disulap menjadi warna warni seperti Asian Games.

Namun upaya tersebut mendapatkan teguran dari pihak kepolisian. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, warna ditorehkan sesuai aturan adalah putih. Kemudian, untuk pembatas jalan adalah, hitam-putih.

Karenanya, Anies pun menginstruksi untuk mengembalikan warna-warna tersebut menjadi seperti semula.

"Ada ketentuan-ketentuan mengenai marka jalan dan asisten pembangunan kemarin menjelaskan bahwa ketentuan tentang marka jalan penting untuk ditaati," kata Anies.

3. Jaring halus di atas Kali Item

Pemprov DKI Jakarta mencoba untuk mengantisipasi bau tidak sedap dari Kali Item. Melihat kondisi kali yang hitam dan kotor, membuat Anies kelimpungan.

Gerak cepat pemasangan jaring halus dilakukan. Bahkan penerjunan bubuk penghilang bau, dirasa masih belum mengentaskan masalah. PUPR, hingga LIPI turun tangan. Tak ketinggalan, bantuan pun hendak datang dari kota tuan rumah Palembang.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menawarkan bantuan pada Pemprov DKI Jakarta untuk menjernihkan Kali Item di dekat Wisma Atlet, Kemayoran.

Sayang, bantuan tersebut dimentahkan Anies. Menurut mantan Mendikbud ini, campur tangan banyak pihak akan membuat semakin tak keruh.

"Malah tambah keruh nanti, jamin tambah keruh," ucap Anies dalam acara Mata Najwa, Najwa, Rabu, 1 Agustus 2018 malam.

4. Perluasan ganjil-genap dan penutupan 19 pintu tol

Untuk memberikan kemudahan para atlet mencapai venue, Pemprov DKI mengambil kebijakan untuk memperluas sistem ganjil-genap. Pemberlakuan pembatasan kendaraan ini aktif pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain itu, Pemprov DKI juga menutup 19 titik pintu tol.

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, dalam penerapannya, masyarakat tetap boleh masuk ke tol, tetapi harus masuk lewat pintu lain. Penutupan rencananya dilakukan pukul 06.00-12.00 WIB dan akan ditutup kembali pada sore hingga malam hari.

Dia berharap diberlakukannya penutupan 19 pintu tol ini akan memberikan pengaruh besar pada kelancaran lalu lintas saat Asian Games 2018. Ia menjelaskan dengan ditutupnya pintu tol tertentu, maka dapat mengurangi volume kendaraan.

"Bukan berarti kendaraan enggak boleh masuk sama sekali, jadi kayak dialihin saja. Boleh, tapi di jam-jam tertentu saja, masuk lewat pintu gerbang lain," kata Royke, Senin 30 Juli 2018.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP